Fisik
Berat badan anak pada usia 5 bulan rata-rata berkisar antara 5,3 – 7,3 kg, panjang badan/tinggi anak antara 59,8 – 65,9 cm dan lingkar kepala antara 39 – 45 cm.
Gerak Alat Tubuh
Pada usia 5 bulan, anak suka berguling-guling, untuk itu ia harus selalu diawasi, terutama jika ia tidur dalam ranjang tanpa pembatas. Anak sudah dapat mengontrol kepalanya secara penuh. Bila didudukkan dan dipegangi ia sudah dapat mempertahankan posisi kepalanya dengan stabil.
Bila dalam posisi telentang kemudian Anda tarik kedua tangannya agar duduk, kedua lengannya akan melengkung karena sikunya telah kuat menahan, pada saat itu ia juga sudah dapat menahan kepalanya agar tidak jatuh ke belakang.
Bila ditarik, kepalanya bahkan bisa mendahului tarikan dengan mendekatkan kepala pada dadanya.
Kepalanya sudah bergerak-gerak dengan aktif jika ditelungkupkan. Ia pun mulai bisa bertopang tegak pada kedua lengannya -dengan ujung-ujung jari kaki menahan pada alas.
Koordinasi otot perut dan pinggul semakin baik dan kuat, sehingga anak suda bisa diajari duduk dengan dibantu.
Respon Kognitif dan Motorik
Anak sudah bisa berusaha meraih mainan yang digerak-gerakkan di depan pandangannya atau di depan dadanya. Telapak tangannya juga sudah bisa membuka sehingga sudah bisa diajak bertepuk tangan.
Ia mulai tertarik memperhatikan suatu obyek tertentu dan berjarak cukup jauh. Ia berusaha meraih obyek yang telah menjadi sasarannya. Ia suka bercermin, dan melihat obyek dirinya di cermin. Ada baiknya, diberi mainan cermin yang tidak mudah pecah.
Seringkali terlihat memainkan tangan, kaki serta jemarinya sambil mengamati dengan penuh perhatian.
Mulai memahami air muka dan nada suara orang dan serta dapat memerhatikan dan menafsirkan perilaku orang yang senang, marah, dan lainnya. Anak pun akan memberi respons dengan menunjukkan wajah ketakutan, keheranan atau lainnya.
Bahasa
Anak suka berteriak-teriak ketika ditinggal sendirian atau tak ada orang di dekatnya. Dia ingin selalu ada orang didekatnya yang bisa diajaknya berbicara atau bermain-main.
Ia mulai suka berbicara dengan menyuarakan suara-suara seperti "aaah", "ee", atau "oy".
Jika diajak bercanda dia bisa mengungkapkan rasa senang dan gembiranya dengan tertawa atau mengeluarkan teriakan-teriakan gembira.
Mulai memberi respons dengan mendengar dan memerhatikan suara musik yang diperdengarkan, adakalanya dengan manggut-manggut mengikuti irama musik.
Orangtua bisa mestimulasi dengan memperdengarkan kata-kata yang mudah dikenal dan dihapal, seperti nama ayahnya, nama ibunya, atau nama benda-benda di sekitarnya. Kata-kata yang terdiri dari dua suku kata seperi ‘ma-ma, pa-pa, ka-kek, ne-nek, o-ma, o-pa, akan lebih mudah dihapal dan anak akan mencoba-coba untuk menirukan suara-suara itu.
Emosi
Anak mulai memunculkan berbagai variasi suara sebagai ekpresi rasa senang, tidak senang, ataupun marah. Dia tidak lagi suka menangis. Ia akan melemparkan mainan yang ada ditangannya jika marah atau tidak senang.
Anak sudah dapat memberi respons dengan mengoceh atau tersenyum pada orang dewasa yang mengajaknya bercanda. Respons yang diberikan akan berbeda-beda terhadap apa yang dilihat.
Maka dari itu, seringlah memberikan senyuman serta suara riang gembira pada anak. Bacakanlah cerita-cerita dari buku, lengkap dengan conversation-nya, dia akan memperhatikan dan mencoba untuk mengerti.
Anak sudah dapat menikmati permainan, baik bermain sendiri dengan suatu objek atau bermain sosial semisal bermain cermin. Ia akan tersenyum ketika melihat bayangannya di cermin.
Ia sudah bisa mengulurkan tangan, merajuk minta digendong ibunya atau orang yang sudah dikenalnya. Jika ada anak lain di dekatnya, biasanya ia akan memberikan respons untuk menarik perhatiannya, dan mencoba untuk mengajaknya bermain-main atau bergabung bermain dengan temannya itu.
Sosialisasi
Ia sudah bisa membedakan wajah-wajah yang tersenyum, suara-suara ramah maupun yang menunjukkan amarah. Ia sudah bisa memberikan respon yang berbeda-beda pada apa yang dilihat dan ditemuinya.
Dapat menikmati permainan, baik bermain sendiri dengan suatu objek atau bermain sosial semisal bermain cermin. Ia akan tersenyum ketika melihat bayangannya di cermin.
Mengulurkan tangan minta digendong ibu atau orang yang sudah dikenalnya.
Jika ada teman sebayanya disekitarnya, biasanya ia akan memberikan respons untuk menarik perhatian. Seperti dengan menendang-nendangkan kaki, tertawa, menyemburkan ludah atau melambungkan badannya ke atas-ke bawah.
ASI
Pemberiaan ASI disarankan jangan sampai terputus.