Fisik
Berat badan anak pada usia 3 bulan berkisar antara 4,2 – 6 kg, panjang/tinggi antara 55,5 – 61,1 cm dan lingkar kepala antara 37 – 43 cm.
Pada usia ini, anak makin aktif.
Gerak Alat Tubuh
Pada usia ini, beberapa anak sudah bisa tengkurap. Dan hampir semua anak sudah mulai bisa memiringkan tubuhnya. Koordinasi otot-otot tubuh semakin baik, sehingga ia sudah kuat untuk memiringkan atau membalikan tubuhnya untuk tengkurap. Namun meskipun bisa tengkurap, biasanya dia belum bisa membalikkan tubuhnya kembali ke posisi semula terlentang.
Pada posisi tengkurap, ia bisa mengangkat kepalanya untuk mendongak. Ini akan semakin melatih kekuatan otot lehernya untuk menyangga kepala. Jika dipangku, ia sudah bisa menyangga kepalanya, meski harus tetap dijaga untuk membantu menyangganya.
Anak semakin aktif, meskipun koordinasi dan kekuatan otot-ototnya masih belum kuat benar. Untuk itu ia perlu didampingi dan diawasi terus. Bila ia terlentang ia asik sendiri memperhatikan telapak tangannya. Secara umum, perhatian anak terhadap segala hal di sekitarnya akan semakin bertambah, karena ia semakin aktif.
Jari-jari tangan sudah bisa memegang, tetapi belum bisa menggenggam secara kuat. Ia akan mengarahkan semua benda ke mulutnya, untuk itu ia perlu dijauhkan dari benda-benda kecil di sekitarnya, yang kemungkinan akan ia telan. Ia semakin tertarik untuk menggapai segala benda di sekitarnya.
Respon Motorik
Penglihatan sudah semakin baik, bola mata sudah bisa mengikuti arah obyek 1800. Terkadang untuk melihat suatu objek ia akan berusaha mengikuti arahnya melalui bola matanya. Ia sudah dapat mengikuti arah benda yang digerakkan di depan matanya.
Koordinasi antara penglihatan, pendengaran dan gerakan-gerakan alat tubuhnya semakin baik. Ia cenderung melihat dan berusaha meraih semua benda yang ada di sekitarnya. Meskipun ia belum mampu memprediksikan seberapa jauh jarak benda itu dengan tangannya. Stimulasi kemampuan motoriknya dengan menaruh mainan berwarna mencolok diatas ranjang-nya, karena ia akan berusaha untuk meraihnya. Namun jangan mainan yang berputar-putar, karena pandangannya belum fokus benar, hal itu malah akan membuatnya bingung.
Ia akan selalu memperhatikan mimik dan mata orang yang mengajaknya bicara. Ia juga akan berusaha bergerak kearah sumber suara.
Emosi
Emosinya sudah lebih kuat. Ia akan bersuara ketika ia senang, kesal atau rindu pada ibunya. Adakalanya ia akan berteriak-teriak, kakinya menendang-nendang udara, atau menangis jika ada keinginannya yang tak terpenuhi.
Bahasa
Ia berkomunikasi masih melalui ekspresi seperti menangis, tersenyum, tertawa, atau berteriak untuk mengungkapkan sesuatu. Dia masih belum bisa mengucapkan kata secara benar.
Ia sudah mulai menunjukkan respon kalau diajak bicara, dengan mengeluarkan bunyi seperti ‘aaaa’ atau ‘ooo.’ Ia juga sudah bisa mengeluarkan kata seperti “ga-ga”.”goo-goo” Para ibu biasanya mulai mengajarinya bicara dengan vokal yang dicadel-cadelkan, agar suara itu mudah dihapal dan diartikulasikan oleh sang bayi.
Hal ini sebenarnya tidak begitu baik dilakukan. Sebaiknya ucapkanlah kata-kata dengan benar, supaya anak dapat mendengar dengan benar bagaimana suatu kata diucapkan.
Sosialiasi
Anak mulai menyukai permainan sosial. Ia akan tersenyum atau menangis atau memalingkan muka pada orang yang mengajaknya bicara. Perilaku ini menunjukkan adanya hubungan ketertarikan sosial pada orang lain.
Ia selalu memperhatikan setiap orang yang ada di sekitarnya, dan berusaha untuk mencontoh semua perilaku dan mimik lawan bicaranya.
ASI
Pemberian Air Susu Ibu disarankan jangan sampai terputus.***