Demam, batuk, dan diare sering mengiringi si kecil saat tumbuh gigi. Apa yang mesti dilakukan orangtua?
Bunga, sudah dua hari uring-uringan. Si kecil berusia 5 bulan ini tidak selincah biasanya. Badannya agak panas, ia pun sesekali batuk. “Mungkin demam biasa karena pergantian cuaca,” pikir sang bunda. Saat dibawa ke dokter, gusi Bunga diperiksa, ternyata mutiara-mutiara kecil alias gigi geligi Bunga sudah mulai terlihat.
Nah, bila orangtua merasa bahagia saat gigi si kecil tumbuh, sepertinya tidak bagi anak. Tumbuhnya gigi—apalagi bila miring-- adalah saat yang tidak mengenakkan. Anak mungkin merasa nyeri atau gatal pada gusi.
Rasa nyeri yang muncul sama sekali bukan karena gusi yang terluka akibat kemunculan gigi, melainkan beberapa sel-sel di gusi menjadi mati dan memisahkan diri sehingga gigi dapat muncul ke luar. Kondisi ini disebabkan banyaknya pergerakan dan perubahan di dalam tulang rahang dan di antara gigi geligi saat gigi akan muncul ke permukaan.
###
Akibat rasa nyeri ini, tingkah laku anak kadang berubah. Beberapa anak menjadi sangat sensitif dan sulit tidur. Sayang, orangtua sering kali tidak menangkap perubahan ini sebagai gejala tumbuhnya gigi. Padahal, gampang kok mendeteksinya. Sebagai petunjuk dasar, secara umum anak yang giginya sedang tumbuh biasanya akan mengeluarkan air liur yang lebih banyak. Ini disebabkan karena ada rangsangan di dalam mulutnya.
Selain itu anak juga akan lebih senang menggigit benda yang ada di dekatnya. Dengan mengigit anak dapat melupakan rasa tidak nyaman di mulutnya. Perilaku ini sering memicu diare karena anak kerap mengigit benda yang tidak bersih.
Meskipun jarang, ada pula anak yang batuk saat tumbuh gigi. Diduga, karena banyaknya air liur di dalam mulut. Gejala lain yang dianggap sebagai akibat tumbuhnya gigi adalah demam. Demam timbul karena terjadi perubahan perilaku anak dan nyeri akibat tumbuhnya gigi.
###
Yang perlu anda lakukan saat gigi si kecil tumbuh:
• Bersihkan mulut (gigi, gusi, dan lidah) anak secara teratur terutama sehabis minum susu atau minuman manis lainnya juga sehabis makan.
• Berikan benda yang bersih dan aman pada anak untuk digigit. Misalnya: wortel, buah-buahan, atau teether (mainan yang dapat digigit terbuat dari plastik tak beracun dan berisi cairan).
• Bila anak tidak bisa tidur karena nyeri akibat tumbuhnya gigi berikan obat pereda nyeri yang dianjurkan dokter.
• Cobalah mengosok atau memijat gusi si kecil dengan jari yang bersih atau gel khusus pereda nyeri gusi anak.