Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Baby Care > Teeth Care > Gigi Tumbuh Jarang | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Gigi Tumbuh Jarang

Orangtua seringkali mengkhawatirkan bila gigi anak tumbuh jarang-jarang. Biasanya lebih karena faktor estetika dibanding kesehatan. Atau tepatnya, takut senyum si kecil jadi kurang manis dengan gigi yang tumbuh seperti itu. Bisakah diperbaiki?

Bu, sebetulnya di masa gigi susu, adalah normal bagi anak untuk mempunyai gigi yang jarang-jarang. Bahkan mulai usia 5 tahun, gigi mungkin tampak lebih jarang-jarang lagi karena bertambah besarnya ukuran rahang atas maupun bawah. Sebetulnya hal ini justru menguntungkan karena rahang bertambah besar untuk mencukupi ukuran gigi tetap yang memang jauh lebih besar dibandingkan gigi susunya.

Yang perlu diperhatikan adalah apabila jarak di antara kedua gigi seri tetap atas, sangat jauh. Beberapa masalah dapat berkaitan dengan kondisi ini, di antaranya adalah munculnya gigi ekstra (disebut mesiodens) atau kulit di bagian dalam bibir atas (frenulum) yang terlalu tebal dan melekat di antara kedua gigi seri atas.

Selain masalah gigi jarang-jarang, yang juga banyak dikhawatirkan orangtua adalah gigi anak yang bertumpuk-tumpuk atau susunan gigi tidak rata. Dalam ilmu kedokteran gigi, hubungan rahang maupun susunan gigi yang tidak rata disebut maloklusi.



###

Intinya, gigi anak bertumpuk karena tidak cukupnya ruangan pada rahang. Beberapa teori berusaha menjelaskan mengapa hal ini terjadi. Salah satu teori adalah bahwa jenis dan tekstur makanan sekarang ini tidak sepadat dan sekasar di masa lampau sehingga kurang stimulasi pada rahang untuk bertumbuh. Pengenalan makanan padat juga lebih lambat dibandingkan masa lalu. Contoh masalah lain sehubungan dengan sempitnya rahang adalah semakin banyak orang yang memerlukan tindakan pencabutan gigi geraham bungsu. Geraham bungsu sering kali kurang tempat untuk bertumbuh.

Faktor keturunan juga memegang peranan dalam maloklusi. Apabila salah satu atau kedua orangtua mempunyai gigi tonggos (rahang atau gigi atas maju) ataupun sebaliknya cakil (rahang bawah maju) dan juga gigi bertumpuk-tumpuk, maka anaknya berpotensi mempunyai masalah yang sama.

Pada masa gigi susu, tidak ada perawatan yang dilakukan untuk anak. Umumnya dokter gigi dapat melihat bahwa ruangan untuk gigi tetapnya kurang dan selanjutnya dilakukan observasi dan pencatatan bagaimana pertumbuhan rahangnya. Pastikan Anda ikut menjaga kebersihan dan kesehatan gigi susu anak. Gigi susu yang dicabut sebelum waktunya karena karies dan infeksi akan menyebabkan makin berkurangnya ruangan untuk gigi tetapnya sehingga meningkatkan potensi gigi tetapnya tumbuh bertumpuk-tumpuk.

Related Article

Indeks Back to Top