Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Baby Care > Solid and Finger Food > Porsi Sedikit Tapi Lebih Sering | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Porsi Sedikit Tapi Lebih Sering

Aha, si kecil sudah boleh makan! Duh, seperti apa ya pilihan makanan yang tepat sekaligus sehat untuk mereka?

Memberikan makanan padat untuk buah hati memang gampang-gampang susah. Kalau melulu bubur instan, pasti mereka juga akan cepat bosan. Untuk itu, ayah dan bunda perlu memerhatikan bagaimana menumbuhkan terus selera si kecil untuk makan. Ini yang agak sulit. Tapi jangan khawatir, masih bisa diupayakan kok, asal orangtua kreatif dalam memilihkan menu dan mengatur pola makannya.   

Jika anak sudah diberi makanan padat, porsi susu agar dikurangi meskipun susu tetap menjadi makanan wajib buat si buah hati. Apalagi kalau si kecil masih doyan ASI. Yang satu ini jangan pernah terlewatkan.

Pengurangan jatah minum susu pun harus disesuaikan dengan kondisi anak kita. Tujuannya, agar ia bisa tetap berselera untuk mendapatkan makanan utamanya. Intinya, berikanlah kadar yang seimbang. Dengan begitu, kebutuhan nutrisinya selalu tetap terjamin, baik dari susu maupun dari makanan padat yang mulai diberikan kepadanya.

###

Oh ya, agar mudah, jangan langsung memberikan anak makan dalam porsi besar. Siapkan menunya dalam porsi kecil saja, namun lebih sering diberikan. Nah, satu lagi nih yang paling penting bunda, variasikan makanan agar selera makan anak tetap menggebu-gebu. Bunda mesti kreatif mengolah menu. Jangan lupa untuk mencicipi makanan yang kita buat untuk anak. Misalnya, buburnya kita beri campuran ati, daging, telur, dan sayur-sayuran, tapi bunda tidak mencicipi dulu rasanya enak atau tidak. Kalau ternyata anak merasakan tidak enak, tapi ia terus dipaksa makan, yang dikhawatirkan, anak justru makin tidak doyan makan.

Seiring usia, anak makin cerdas, ia pun bisa rewel dan menolak makan utamanya. Tak usah pusing atau merasa bingung. Cobalah cari makanan alternatif yang tetap sehat, yang sekiranya lebih sesuai dengan seleranya, misalnya biskuit atau yogurt. Jadi, yang penting, jika ingin anak kita mudah makan, coba pahami seleranya. Dengan porsi kecil namun sering—apalagi sesuai dengan rasa yang disuka anak—makan pun akan lebih menyenangkan bagi si kecil.

Related Article

Indeks Back to Top