Sudah saatnya buah hati mendapat makanan tambahan selain ASI. Bagaimana cara membuatnya suka ya?
Saat Alfa sudah mulai menginjak satu tahun, bundanya ingin memberikan makanan tambahan selain ASI. Bukan ingin menghentikan kewajibannya memberi ASI, tapi karena ia juga ingin memberikan tambahan asupan gizi lain pada buah hatinya. Karena itu, bunda Alfa rajin mencari referensi makanan apa yang paling tepat untuk putranya. Tapi, yang jadi masalah kemudian adalah, apa jadinya kalau si kecil menolak ya?
Barangkali, hal ini mungkin juga dialami bunda. Saat akan memberikan makanan tambahan setelah ASI eksklusif diberikan, anak seperti menolak. Nah, jika hal ini terjadi, cobalah biarkan sang buah hati yang menentukan sendiri berapa banyak makanan yang sanggup dikonsumsinya atau jenis makanan yang mau dimakannya. Ada anak yang terlihat sangat rakus makan, tapi ada juga yang seleranya kurang berkembang karena masih tergantung ASI. Intinya, jangan memaksa anak.
Untuk variasi makanan pertama, khusus buah, yang pertama bisa dikenalkan adalah pisang. Pilih pisang yang manis seperti kepok kuning, raja, atau ambon. Kerok pisang dengan sendok kecil sehingga lebih mudah memberikan pada si kecil. Buah lain yang bisa diberikan adalah pepaya, jeruk baby, atau alpukat. Untuk beberapa jenis makanan tersebut, biasanya blender dahulu atau haluskan sehingga mudah dicerna si kecil. Semua buah itu dipilih berdasarkan kebutuhan vitamin dan nutrisi dari si kecil.
###
Jika ingin memberikan bubur susu—misalnya campuran sereal beras dengan ASI atau susu formula—perhatikan tingkat keencerannya. Kalau masih awal, lebih baik agak encer. Jika anak suka, baru beberapa lama ditingkatkan kekentalannya sehingga pencernaan anak tidak kaget. Jika memang anak menutup mulut rapat-rapat, jangan dipaksa, bisa jadi ia memang belum siap untuk menerima makanan “baru”.
Agar si kecil lebih siap dengan makanan tambahannya, ada baiknya juga bunda berikan makanan yang bervariasi pada si kecil. Misalnya, dimulai dari satu jenis makanan, lantas setelah 3-4 hari baru diberi jenis yang lainnya. Ini bertujuan untuk mengenalkan bayi agar bisa menerima makanan barunya. Yang jelas, dengan pola kombinasi seperti ini, akan membuat bayi tidak cepat bosan, memicu selera makannya plus tidak menjadikannya si pemilih.
Oh ya, saat mulai mengenalkan makanan padat ini, ingatlah bahwa ada proses adaptasi yang akan dilewati si kecil. Untuk itu, memang dibutuhkan kesabaran orangtua dalam proses pemberian makanan tambahan ini. Perlu bunda ingat, si kecil perlu belajar menelan makanan yang lebih padat dan harus terus-menerus berlatih. Bagi dia, pelajaran baru ini tidak begitu mudah. Inilah barangkali salah satu hal yang membuat si kecil terkesan seolah-olah menolak makan. Tapi, seandainya pun ia benar menolak, bukan berarti juga ia akan menolak selamanya kok. Bujuklah buah hati bunda, tetapi jangan dipaksa. Dengan kesabaran, tentu usaha Anda akan berhasil.
###
Nah, selamat mencoba yaa… Bujuk dia sedikiiiit saja…. Kesabaran bunda pasti akan ada hasilnya.