Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Baby Care > Sleep > Terlalu Banyak Tidur? | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Terlalu Banyak Tidur?

Jangan biarkan si kecil tidur kebanyakan. Bangunkan dan ajak ia bermain.


Damar (3 bln) termasuk anak yang mudah tidur. Bangun sebentar, ketika digendong-gendong, eh tiba-tiba bisa pulas lagi. Agak jarang ia terjaga untuk waktu yang cukup lama. Kebiasaan tidurnya ini apa masih normal untuk usianya?

Ma, si kecil memang masih menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Di masa-masa awal kelahirannya, si kecil bisa menghabiskan waktu sekitar 16-18 jam per hari untuk tidur. Namun dengan bertambahnya umur, waktu tidurnya pun berkurang. Anak usia setahun atau kurang, menghabiskan waktu antara 14-16 jam. Di atas usia setahun, bisa menghabiskan waktu antara 10-12 jam.
 
Tapi tentu saja si kecil tak tidur terus sepanjang belasan jam itu. Dalam sehari, ia bisa 5-6 kali bangun (dan tidur lagi). Umumnya ia terbangun karena merasa lapar. Maklum, lambungnya masih kecil sehingga tiap 3-4 jam sekali harus diisi. Repotnya, si kecil belum tahu bedanya siang dan malam. Jadi, saat kita tengah tidur nyenyak di malam hari, ia tetap saja bangun dan menangis karena perutnya terasa lapar. Minimal, ia bisa terbangun 1-2 kali di waktu malam. Mau tak mau, kita harus menyesuaikan diri dengan pola tidurnya yang belum berpola.


###

Dibilang repot menyesuaikan, sebetulnya tidak juga. Asal orangtua pandai mengatur pola tidurnya, tak jadi masalah. Misal, kebutuhan tidur si kecil 16 jam. Nah, sepanjang pagi dan siang, jangan biarkan si kecil tidur lebih dari 8 jam. Bangunkan dan ajak ia bermain. Kita harus ganggu terus si kecil agar bangun. Gelitik tapak kakinya hingga ia terjaga. Bila perlu, bawa ia keluar dan terkena sinar matahari.
 
Mulanya mungkin sulit. Tapi lama kelamaan, pola akan terbentuk. Dengan tak bisa lelapnya si kecil tidur di pagi dan siang hari, Ia akan 'membayar' kekurangan tidurnya itu di malam hari. Alhasil, waktu tidur malamnya jadi panjang.
 
Mengganggu agar anak terjaga, tak perlu dilakukan tiap jam sekali. Jika ia sudah tidur 3-4 jam, baru diganggu. Juga jangan karena merasa kasihan atau tak tega membangunkan si kecil yang sedang terlelap tidur. Kalau tak tega, bisa-bisa di malam hari orangtua yang dibangunkan anaknya.



###

Namanya juga baru lahir, tentu saja anak belum bisa membedakan antara siang dan malam. Jadilah ia bangun kapan saja ia mau dan merasa perlu. Jika ingin si kecil tak banyak terbangun di waktu malam, berikut adalah cara-cara yang bisa Anda terapkan pada si buah hati:
•    Bedakan tidur siang dengan malam. Di siang hari tidurkan ia di mana saja. Tapi di malam hari, baringkan ia hanya di kamarnya atau kamar Anda.
•    Jangan biarkan ia tidur lebih dari 4 jam di siang hari.
•    Beri rangsangan lebih banyak ketika ia bangun di siang hari. Entah itu dengan bernyanyi, bercakap-cakap atau memijatnya. Tapi jika ia terbangun di malam hari, suasana harus cukup tenang. Usahakan agar lampu kamar tak terlalu terang dan susui si kecil tanpa mengajaknya bercakap-cakap.

Related Article

Indeks Back to Top