Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Baby Care > Sleep > Hanya Tidur Jika Diayun | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Hanya Tidur Jika Diayun

Anak yang baru lahir memang senang diayun. Mengayun juga sering dijadikan orangtua cara untuk menidurkan anak yang efektif. Padahal jika hal ini menjadi kebiasaan, bayi jadi ketergantungan dan mudah rewel jika tak diayun.


Ibu Upik tak tega melihat Dafa uring-uringan dan menangis. Ini pertanda Dafa sudah capek dan ingin tidur. Ibu Upik tak cukup sabar menemani Dafa di tempat tidur sampai ia benar-benar terlelap. Si kecil berusia tiga bulan itu lantas diangkat dan digendongnya, kemudian diayun-ayun hingga tertidur.   

Tidur dalam gendongan atau ayunan, pastilah amat nyaman dan menyenangkan bagi si kecil. Tak heran kalau banyak ibu memilih menidurkan anaknya dengan cara digendong atau diayun. Padahal ibu tak perlu repot-repot seperti itu lho sebenarnya.  Dengan sendirinya si kecil akan tidur kok Bu tanpa harus digendong atau diayun. Hal itu  karena tidur merupakan kebutuhan dasar manusia, termasuk anak.

Kalau si kecil biasa digendong atau diayun menjelang tidur, justru bisa-bisa ia jadi tergantung. Padahal di rumah sakit pun, setelah lahir, anak bisa tidur sendiri tanpa diayun atau digendong. Nah biasanya, setelah satu minggu di rumah, kadang si ibu mengeluh anaknya susah tidur. Lantas diambillah jalan pintas dengan cara diayun atau digendong, sehingga akhirnya menjadi kebiasaan dalam keluarga tersebut. Sebaiknya, jangan biasakan anak tidur dengan cara dimanipulasi seperti itu. Biarkan anak tidur secara alamiah.


###

Si kecil dapat lelap tertidur jika ia sudah merasa kenyang, terutama pada anak yang baru lahir hingga berusia tiga bulan. Setelah lebih dari tiga bulan, disamping karena perutnya kenyang, anak juga akan pulas tidur sendiri bila sudah capek bermain. Jangan lupa, di usia ini anak mulai memberi respon terhadap lingkungan sekitarnya. Lingkungan merupakan sesuatu yang baru baginya. Jadi ia berusaha mengamati sekelilingnya. Tapi kalau lingkungannya itu-itu saja, si kecil juga bisa merasa bosan lho, buntutnya akan jadi rewel. Nah, kalau sering digendong, anak tak punya kesempatan beraktivitas fisik. Akibatnya, ia tak merasa capek, alhasil pastilah ia sulit tidur.

Rewelnya anak saat mau tidur tak jarang terjadi hanya karena anak minta ditemani. Ini terkait dengan pola tidur yang diterapkan orangtua. Terutama pada anak baru lahir, karena di usia ini anak tak tahu kapan harus tidur dan kapan harus bangun. Yang sering terjadi, sepanjang pagi dan siang anak tidur dan terjaga serta rewel pada malam harinya. Nah, rewelnya ini lebih sering bukan lantaran sakit atau lapar, tapi minta ditemani. Dalam hal ini,  ubahlah pola tidur si kecil. Bila siang hari ia tidur, sebaiknya dibangunkan. Jadi malamnya lebih gampang tidur.

Memang bisa saja si kecil justru jadi rewel karena dibangunkan. Tapi tidak masalah, toh nanti ia tak rewel lagi kalau pola tidurnya sudah berubah. Intinya, ibu harus peka mengapa si kecil jadi rewel atau susah tidur. Sehingga ibu tak harus selalu menggendong atau mengayunnya. Cobalah pilih cara lain agar si kecil cepet tertidur, misalnya meninabobokan dengan cara memperdengarkan alunan musik, atau ibu sendiri yang menyanyikan sendiri dengan volume suara yang rendah dan selembut mungkin. Dengan cara ini si kecil akan tetap merasa aman dan nyaman karena ada seseorang yang berada di sisinya.

Related Article

Indeks Back to Top