Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Baby Care > Behaviour > Si Kecil Murah Senyum | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Si Kecil Murah Senyum

Ingin anak murah senyum dan disenangi banyak orang? Berikan stimulus yang tepat sejak dini.

Secara alamiah, anak baru lahir mampu "tertawa", yakni berupa gerak refleks seperti mulut yang menyunggingkan senyum. Pada usia 2 bulan, anak dapat memberikan respons berupa senyum ketika orang di sekitarnya mengajaknya tertawa. Inilah yang disebut senyum sosial.

Meski secara alami bila perkembangannya normal, anak akan tetap tertawa, tapi bila jarang diajak tertawa atau jarang melihat orang tertawa di sekitarnya, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang juga jarang tertawa. Maka sangatlah baik bila sejak dini, anak distimulasi untuk selalu tertawa

Jika orangtua ingin anaknya menjadi humoris dan murah tawa, bentuklah sejak awal karena anak belajar dari lingkungan. Buat anak-anak, tertawa itu penting karena mereka jadi tahu bentuk pelepasan emosi yang positif. Efeknya pun terhadap tubuh akan positif karena menghasilkan hormon-hormon yang baik. Anak yang suka tertawa akan mudah mencari teman dan diterima di lingkungan. Dampaknya, percaya dirinya akan meningkat.



###

Sebaliknya, bila tertawa tak pernah distimulasi atau tidak dibiasakan oleh orangtuanya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang dingin dan sulit mengungkapkan emosi. Jika anak tak biasa mengungkapkan emosinya yang positif, ia akan lebih sering mengekspresikan perasaannya dengan cara marah karena ia punya kesulitan mengungkapkan ekspresinya.

Di dalam pergaulan, anak yang jarang tertawa jadi kurang popular di antara teman-temannya sehingga sulit bergaul. Umumnya anak yang jarang tertawa juga mencerminkan pribadi yang kaku. Orang yang kaku cenderung kurang fleksibel menghadapi situasi yang kurang mengenakkan baginya, sehingga mereka sering kali gampang frustrasi menghadapi hidup yang kadang tak selancar yang diharapkan. Sementara, individu yang senang tertawa, sering kali menyikapi "kepahitan hidup" tetap dengan rasa humornya. Dampaknya, si riang gembira ini lebih tahan banting dalam setiap masalah.

Nah, jika orangtua ingin anaknya punya sense of humor yang tinggi dan senang tertawa, hal ini bisa dilatih di rumah. Lewat aktivitas yang dapat menimbulkan canda dan tawa, semua anggota keluarga belajar mengekspresikan sikap positif sekaligus mendekatkan hubungan emosional antara orangtua dengan anak.



###

Di usia dini, kita bisa menstimulasi tawa anak dengan menyodorkan gambar-gambar lucu yang warnanya sederhana terdiri atas dua warna. Misalnya, kita gunting gambar Mickey Mouse besar yang sedang tertawa lebar. Kelak, saat masuk di usia batita, orangtua bisa lebih spesifik menunjukkan ekspresi orang tertawa dengan contoh langsung. Misalnya melihat di televisi atau orang yang sedang tertawa di depannya. Kali lain, dapat ditunjukkan orang yang sedang menangis. Dengan melihat contoh-contoh langsung, anak sudah bisa dengan kompleks melihat beragam ekspresi manusia termasuk tertawa.

Kegiatan yang memancing tawa, seperti bernyanyi bersama yang nadanya riang, memperlihatkan mimik lucu dengan melebarkan mulut atau menaikkan hidung dapat juga tetap dilakukan. Ah banyak kok Ma, Pa, hal yang bisa menstimulus anak untuk tertawa. Yuk, kita tertawa biar dunia lebih berwarna!

Related Article

Indeks Back to Top