Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Baby Care > Behaviour > Perkembangan Perilaku Anak | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Perkembangan Perilaku Anak

Di usia 0-1 tahun, anak belum dapat membedakan dirinya dengan lingkungan luar. Anak masih dalam taraf belajar membedakan antara dirinya dan dunia luar.

Dunia luarnya dimulai dari ibu, orang yang memenuhi kebutuhannya dan merawat dia sehari-hari. Anak pun akan jauh lebih menyukai bila mendengar suara ibunya, yang dikenal sejak lahir.

Pada usia 2 - 6 minggu, dia mulai kenal dan akrab dengan anggota keluarga yang ada di sekitar. Anak sudah merasa nyaman dan senang terhadap lingkungan dan juga perhatian yang diberikan kepadanya. Perasaan senang ini akan tercermin dari kontak sosial yang pertama, berupa senyuman.

###

Di usia 4 bulan, anak akan semakin dapat menikmati kontak sosial. Ia sudah dapat tertawa pada orang yang melihatnya. Ia pun sudah mulai dapat membedakan raut muka orang yang ada dihadapannya walau kadang belum mengerti benar.

Di usia 6 bulan, anak sudah dapat memilih melakukan kontak sosial dengan seseorang yang lebih disenanginya. Karena berkembangnya ikatan emosional dalam kontak sosialnya inilah, maka anak di usia 6 - 8 bulan kadang mengalami separation anxiety.

Anak cemas, bila orang yang secara emosional dekat dengannya tidak ada di dekatnya lagi.

###

Bayi berusia7 bulan mulai mengerti ekspresi wajah, terutama orang yang sudah lama ia kenal. Perilaku yang ia lakukan hingga sekitar usia 12 bulan, masih berupa melakukan apa yang ia lihat orang lain lakukan, walau ia sendiri belum mengerti maksud tingkah laku itu.

Dalam hal berkomunikasi, di usia sekitar 8 bulan ia sudah familiar dengan namanya sendiri. Ia sudah mengerti namanya dipanggil. Di usia 9 bulan, bayi mulai mengerti bila seseorang pergi dari hadapannya, bukan berarti tidak akan kembali.

Nah ibu dan bapak, setelah mengetahui perkembangan perilaku anak, optimalkanlah kemampuan mereka.

Related Article

Indeks Back to Top