Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Baby Care > Behaviour > Kok Masih Senang Digendong? | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Kok Masih Senang Digendong?

Hampir semua anak senang digendong. Penuhi keinginannya selama saatnya memang tepat.

Lumayan berat menggendong si kecil bertubuh montok, apalagi untuk waktu yang cukup lama. Untung saja ada pengasuh, jadi Mama bisa gantian menggendong. Kalau tidak, dijamin punggung Mama bisa pegal-pegal terus setiap hari.

Namun jika anak selalu minta digendong hanya karena sikapnya yang manja, sebaiknya mulai dikurangi. Contohnya, saat ibu sibuk mondar-mandir dengan pekerjaan rumah, anak selalu menangis minta gendong. Bila setiap hari polanya seperti itu dan mama sudah merasa terganggu, tentu perlu diatasi. Namun, sebelumnya mama perlu yakin kalau si kecil sudah mendapat semua kebutuhannya. Dengan begitu berarti kerewelannya bukan disebabkan lapar, haus, atau sakit. Anak yang tengah sakit boleh digendong karena kontak fisik yang terjadi dapat memberikan rasa nyaman kepada dirinya.

Kalau memang tidak ada sesuatu yang kurang pada diri si kecil tapi ia tetap minta gendong, mama bisa alihkan perhatiannya dengan mainan. Mama pun bisa kembali pada kesibukan semula.


###

Namun, kalau tangisan anak berbeda, orangtua mesti cepat tanggap. Oleh sebab itulah, diperlukan kepekaan dalam memahami tangisannya. Setiap mama biasanya memiliki kepekaaan lebih ketimbang anggota keluarga lain. Dengan demikian mama akan mengenal anaknya secara baik. Kalau tangisannya hanya merengek berarti ia hanya manja saja, tapi kalau keras dan melengking tinggi bisa karena ada sesuatu yang tidak beres.

Untuk kasus anak yang selalu minta gendong saat akan berangkat tidur, penanganannya pun mesti bertahap. Cobalah menjelang waktu tidur, taruh si kecil di ranjangnya. Tepuk-tepuk bokong atau elus-elus punggungnya. Bila ia menangis, gendong sebentar. Bila sudah tenang, letakkan ia di ranjang kembali. Lakukan hal itu berulang-ulang. Lama-lama ia akan terbiasa tidur sendiri. Namun semua ini memerlukan proses, loh. Jadi, tidak bisa hari ini diterapkan lalu si kecil bisa langsung tidur tanpa digendong. Pada masing-masing anak, lama waktu yang dibutuhkan untuk kebiasaan baru ini pun berbeda-beda.

Yang perlu diketahui, kontak fisik membuat anak merasa disayang. Oleh sebab itu, sepulang dari kantor, mama bekerja mesti menyempatkan diri melakukan kontak fisik. Pengertian kontak fisik bukan harus selalu digendong, bermain bersama juga bisa menjadi salah satu alternatif. Yang paling penting, melalui kontak fisik, entah berupa belaian, gendongan dan lainnya, anak bisa merasakan perhatian orangtua.
Jangan lupa kontak fisik harus dibarengi dengan kontak mata. Anak yang mendapat kasih sayang penuh akan tumbuh menjadi anak yang lebih percaya diri dan lebih berani.

Related Article

Indeks Back to Top