Bagaimana sih cara memandikan yang benar untuk anak yang baru lahir?
Sering memang, anak yang baru lahir hanya dilap saja dengan waslap yang dibasahi air hangat, apalagi tali pusatnya belum puput. Banyak orangtua yang khawatir jika anak dimandikan, tali pusatnya akan lama mengering, bahkan bisa timbul infeksi.
Adalah umum nasihat agar memandikan anak dengan waslap/spons hingga tali mengering. Namun sebenarnya beberapa dokter mempertanyakan perlunya nasihat ini. Sebab mereka berpendapat berendam atau mandi tidak meningkatkan risiko infeksi pada tali pusat. Sementara sebagian dokter lagi justru menyarankan untuk memandikan anak dengan spons sampai tali pusat tidak lagi lembab dan kemudian mengering. Jadi kedua-duanya sebenarnya boleh-boleh saja, Bu.
Yang penting, pilih tempat untuk memandikan anak yang bebas dari udara atau angin yang mengalir, agar si kecil tidak kedinginan. Penggunaan alat mandi seperti spons/waslap adalah sebagai pendukung agar tubuh bayi tidak terlalu kedinginan, namun kebersihan tetap terjaga.
###
Beberapa anak suka mandi telanjang, namun banyak juga yang tidak. Untuk itu, bukalah pakaian kecuali popok, dan letakkan anak di atas handuk. Anda dapat memegang anak di pangkuan selagi duduk di kursi dengan alat mandi di meja sebelah, berdiri di sudut dengan anak berbaring dalam bantalan handuk yang tebal, atau anak diletakkan di atas lapisan spons dalam bak mandi yang kosong.
Hadapkan wajah si kecil ke atas. Mulailah dengan mencuci wajahnya dengan air hangat, terutama belakang telinga, celah telinga bagian dalam, dan kerutan-kerutan leher. Bila kulit si kecil tidak berkeringat, berminyak atau kotor, cukup menggunakan air, bila tidak demikian, gunakan sabun ringan tetapi jangan usapkan di wajah.
Pegang anak dalam posisi dikempit. Tekan sedikit spons yang mengandung air hangat di atas kepala anak, dan oleskan sampo anak. Pijit kulit kepala dengan lembut. Tidak perlu mengkhawatirkan ubun-ubunnya yang lembut, karena di dalamnya, kondisinya benar-benar kokoh. Lantas bilas dengan air.
###
Untuk membersihkan alat vital, renggangkan kaki anak ke arah luar seperti gaya katak. Untuk anak perempuan, buka bagian labia, dan seka labia secara lembut dengan menggunakan kapas basah. Ketika membersihkan vagina, arahnya harus selalu dari depan ke belakang. Anda dapat melihat bahwa hasil sekresi dan krim yang menumpuk akan menjadi lengket di vulva dan labia. Area ini memerlukan pembersihan yang paling penting. Kotoran berbentuk seperti putih telur adalah umum pada vagina anak pada usia ini, biasanya tampak diantara bagian dalam labia dan vagina.
Sementara untuk anak lelaki, bersihkan lipatan di bawah kantung buah zakar, kulit paha, pantat, dan di sekitar dasar penis.
Terakhir keringkan dengan handuk seluruh tubuh si kecil. Pasang popok anak dan pakaian bersih dengan cepat, sebelum ia kedinginan dan merasa kesal.