Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Kids > Parenting > Disciplining The Child > Kunci Disiplin | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Kunci Disiplin

Menerapkan disiplin untuk si kecil butuh kesabaran tinggi, sikap tegas, konsisten plus kasih sayang.  
 
Para ahli selalu menganjurkan agar disiplin ditanamkan sejak dini karena akan membekas dalam diri anak sampai dewasa. Ayah ibu bisa mendisplinkan anak dalam semua aspek siklus kehidupan anak, dari bangun tidur sampai tidur kembali.
 
Pendidikan disiplin dalam masa kanak-kanak lebih mudah dibentuk ketimbang di usia remaja. Ketika ia menyimpang dari aturan yang berlaku, hal itu dapat langsung terdeteksi hingga bisa diluruskan kembali.
 
Tetapi, dalam mendisplinkan anak tak bisa sekaligus, melainkan harus bertahap. Kalau sekaligus, anak akan merasa terpaksa alias terpenjara hingga ia pun akan mencari jalan untuk bisa lolos dari penjara itu. Kalau proses seperti itu diteruskan maka sia-sialah pendisplinan yang dilakukan ayah ibu.
 
Tahap mendisplinkan anak juga harus konsisten agar anak tidak bingung memilih sikap yang benar dan yang salah.
 
Misalnya, kala ayah ibu mengingatkan untuk berhenti menonton televisi dan menyuruh anak belajar, ia bisa saja menawar dengan mengatakan, “Nanti, ya, Ma, sebentar lagi,”. Buntutnya bila ayah ibu membiarkan tawar menawar itu maka tidak tertutup kemungkina anak akan berbuat hal yang sama.
 
###
Itulah mengapa dalam mendisplinkan anak, sebaiknya ciptakan suasana yang kondusif di rumah. Jika waktu belajar sudah tiba, misalnya, ayah ibu jangan menonton televisi, tetapi ikut mengawasi semua anak mengerjakan pekerjaan rumahnya di meja masing-masing. Jika kegiatan tersebut dikerjakan bersama-sama anak akan lebih fokus belajar.

Dalam mendisplinkan anak memang perlu dengan cara tegas namun juga penuh kasih sayang. Jika cuma bersikap tegas atau malah kasar, bahkan tanpa sadar anda memukul, maka dampak perlakuan tersebut akan berpengaruh pada emosi anak.
Bisa saja, anak jadi sakit hati karena dimarahi atau dipukul sehingga masalah bukan selesai malah akan semakin runyam.

Related Article

Indeks Back to Top