Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Kids > Parenting > Disciplining The Child > Belajar dari Kesalahan | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Belajar dari Kesalahan

Kesalahan adalah salah satu guru terbaik untuk belajar.

Aldi kebingungan mencari sepatu olahraganya pagi itu. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 06.30. Jam masuk sekolah setengah jam lagi. Aldi yang berteriak-teriak menanyakan keberadaan sepatunya tak urung membuat seisi rumah ikut heboh. Aldi memang harus memakai sepatu olahraga hari itu, karena ada pelajaran olahraga. Bundanya yang bersiap-siap akan berangkat kerja pun akhirnya harus ikut mencarinya dan tentu saja diikuti omelan. “Sudah dibilang kalau sepatu harus diletakkan di rak, masih saja bandel,” kata bundanya.

Kejadian seperti yang dialami Aldi sangat mungkin terjadi pada anak seusianya. Ketidakdisiplinan dalam meletakkan barang sering menimbulkan kehebohan satu keluarga. Lupa menaruh sepatu, tas, buku, pensil maupun barang lainnya sering terjadi kepada anak. Padahal sebabnya hanya satu, sembarangan meletakkan barang.

Tapi jangan keburu marah-marah ketika si kecil lalai meletakkan barang-barangnya karena ketidakdisiplinannya. Jangan hanya melihat ketidakdisiplinan anak-anak tersebut hanya dilihat dari sisi negatifnya saja. Ada segi positif yang bisa diambil dari ketidakdisiplinan ini. Kesalahan si kecil ini justru bisa dijadikan pembelajaran penting bagi si kecil apa arti disiplin.



###

Katakan kepada si kecil bahwa kedisiplinan itu penting. Bila mengabaikan kedisiplinan, akibatnya bisa merepotkan seperti itu. Coba kalau sepatu yang seharusnya diletakkan di rak langsung ditaruh di tempatnya, bukan diletakkan di tempat sembarangan. Setiap membutuhkan ia pasti langsung bisa menemukan bila diletakkan di tempat yang seharusnya.

Jelaskan kepada si kecil bahwa menaruh sesuatu tidak pada tempatnya adalah sesuatu yang salah dan bisa membawa akibat yang tidak baik seperti yang terjadi kepada si kecil. Berikan nasihat tersebut dengan kata-kata yang halus, tidak dengan marah-marah. Sebab, bila dijelaskan dengan marah-marah, biasanya si kecil justru menolak apa yang dikatakan oleh orangtuanya.

Tapi tak sekadar memberi tahu kepada si kecil, Anda pun harus memberikan contoh kepada si kecil. Perilaku Anda akan menjadi tolok ukur si kecil. Bila Anda sendiri tidak bisa berdisiplin, rasanya akan sulit menyuruh si kecil untuk melakukan hal tersebut. Tapi bila Anda sudah menerapkan pola hidup disiplin dan teratur, maka si kecil akan mudah mencontohkan.



###

Tindakan-tindakan kecil Anda sangat berguna sebagai panduan si kecil. Misalnya saja selalu meletakkan sepatu di rak sepatu yang disedikan atau meletakkan handuk langsung di tempat jemuran sehabis mandi dan tidak meninggalkan di dalam kamar mandi. Ajarkan juga yang berhubungan dengan kesehatannya seperti gosok gigi sebelum tidur. Hal-hal kecil tersebut akan jadi panduan si kecil. Bila Anda sendiri tidak bisa disiplin terhadap hal kecil, sangat sulit baginya untuk berinisiatif sendiri.

Kunci kedisiplinan dan keteraturan si kecil semuanya kembali kepada orangtua. Ketika Anda sudah bisa mencontohkan cara hidup berdisiplin, maka penjelasan Anda kepada si kecil akan mudah diterima.

Related Article

Indeks Back to Top