Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Kids > Child Care > Feeding Your Platinum Child > Biasakan Makanan Berserat | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Biasakan Makanan Berserat

Pola makan serat harus dibiasakan sejak anak masih kecil.

Pernahkah Anda menemui gejala si kecil sudah buang air besar (BAB)? Jika gejala tersebut pernah terjadi pada si kecil, mungkin dia kurang mengkonsumsi serat. Apa yang ditayangkan dalam iklan televisi tersebut memang benar, bahwa kurang serat bisa menyebabkan seseorang sulit BAB.

Tentu kasihan bukan jika melihat si kecil perutnya kembung karena sudah beberapa hari tidak BAB? Sebagai orangtua, Anda harus mencegah hal tersebut terjadi pada buah hati. Jangan sampai si kecil sudah merasakan tidak enaknya sembelit. Berikan asupan serat yang tepat agar BAB si kecil lancar dan perutnya lega.

Jangan sekali-kali Anda menyepelekan sembelit. Meskipun terlihat sepele, tapi bisa berpengaruh besar terhadap kesehatan. Bila sampah makanan tinggal dalam pencernaan cukup lama akibat BAB kurang lancar, maka kemungkinan besar ia bisa nyasar ke usus buntu. Ngeri bukan?
 
Selain mencegah usus buntu, BAB yang lancar juga menjadi proses detoks alami. Bakteri dan racun yang ada di dalam tubuh bisa ikut terbuang bersama feses yang dikeluarkan dari tubuh. Bayangkan jika feses tertunda keluar, bakteri tersebut akan melakukan aktivitas dan bisa berkembang biak dalam tubuh.

###



Sebagai penduduk Indonesia, Anda dan keluarga sangat beruntung. Sebab, daerah di daerah tropis tersedia cadangan serat yang berlimpah. Serat bisa didapat dari buah-buahan, sayuran, dan serealia (biji-bijian). Bahan makanan tersebut tentu tak asing lagi dan bisa diperoleh mulai dari pasar tradisional hingga supermarket.

Beberapa buah yang tinggi serat adalah jeruk, sirsak, jambu kelutuk, apel dan pepaya. Sedangkan dari kelompok sayuran adalah kacang panjang, buncis, brokoli, kol, wortel, tomat, taoge, mentimun dan kangkung. Bahan makanan tersebut mengandung 2-5 gram serat pada setiap 100 gramnya.

Usahakan si kecil mengkonsumsi bahan makanan berserat setiap hari. Sebab, ukuran pencernaan yang baik dan sehat adalah BAB setiap hari. Bila pola BAB bisa setiap hari dan rutin pada jam yang sama, misalnya setiap pagi, berarti konsumsi serat sudah baik. Tapi jika tidak, Anda perlu waspada.

Meskipun Anda sudah menyediakan makanan berserat bagi si kecil, kadang dia ogah-ogahan untuk makan buah atau sayur. Bila hal tersebut terjadi, cobalah membuat variasi. Misalnya dengan menyajikan buah dalam bentuk jus atau dengan mencampurnya dengan agar-agar yang juga berserat tinggi. Cara-cara ini bisa lebih efektif dan tidak membuat si kecil bosan.

###

Tapi jika si kecil tetap ogah-ogahan, Anda bisa mempertimbangkan untuk memberikan suplemen serat pada si kecil. Meskipun suplemen serat tetap tidak bisa menyamai manfaat bahan makanan berserat seperti buah atau sayur, tapi ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Saat ini sudah cukup banyak suplemen sayur atau buah yang dijual di pasaran. Jadi, tak ada lagi alasan untuk tidak memberi makanan berserat bukan? Hayoo...sudah seberapa banyak makanan berserat yang buah hati Anda konsumsi hari ini?

Related Article

Indeks Back to Top