Mungkinkah bekerja dan tinggal di rumah akan mengubah relasi suami-istri?
Selama ini, jika bicara wacana tinggal dan bekerja di rumah, biasanya akan dihubungkan dengan pendapatan yang akan tidak tetap atau bahkan berkurang. Selain itu, ada juga perbincangan mengenai waktu yang lebih banyak untuk si kecil ada di peringkat berikutnya. Tapi sayangnya tak banyak yang memikirkan relasi antara ayah dan bunda dari si kecil bagaimana. Apakah tinggal di rumah bagi salah satu orang akan berpengaruh terhadap hubungan suami-istri tersebut?
Sedikit banyak, jawabnya adalah ya. Ketika salah satu pasangan memutuskan tinggal di rumah bersama anak, entah itu laki-laki atau perempuan, pasti akan ada yang berubah. Salah satu orang akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengurus anak dan rumah.
Dalam bukunya Making It Work, pengarang Victoria Houston mengatakan bahwa orangtua yang tinggal di rumah sering kali mendapatkan beban terlalu besar dibanding pasangannya yang bekerja di luar. Meski mungkin pekerjaan tidak terlalu berat, tapi jika dilakukan setiap hari akan ada perasaan jenuh dan mungkin frustasi dari pihak orangtua yang tinggal di rumah.
###
Hal tersebut bisa diperparah lagi jika orangtua yang tinggal di rumah memegang uang dengan jumlah terbatas. Akan sangat tidak nyaman jika sebelumnya memegang uang dengan jumlah cukup banyak dan bisa belanja berbagai barang yang diinginkan, tapi kemudian ‘kemewahan’ itu berhenti. Bisa jadi itu menjadi sesuatu yang menyiksa.
Beban kerja ditambah akses keuangan yang terbatas inilah yang sering membuat orangtua yang tinggal di rumah merasa tertekan. Bukan tak mungkin hal ini akan menimbulkan adanya pertengkaran dengan pasangan. Padahal, tujuan awal salah satu orangtua tinggal di rumah mungkin untuk menjaga hubungan lebih harmonis dan memberikan perhatian lebih kepada si kecil.
Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya orangtua yang ingin memutuskan tinggal di rumah harus berdiskusi dengan pasangannya. Pikirkan kemungkinan berkurangnya pendapatan, sementara biaya hidup justru melambung. Putuskan untuk mengubah gaya hidup yang selama ini Anda jalani dan mengubahnya lebih hemat dan sederhana. Anda bisa memotong beberapa pos pengeluaran.
###
Tapi jika faktor finansial bukan menjadi masalah, tapi lebih karena kebosanan dan kelelahan mengurus anak dan rumah, pasangan yang bekerja harus memberikan waktu lebih kepada keluarga. Anda bisa mengurangi jam lembur di kantor dan pulang lebih awal untuk berkumpul dengan keluarga. Setiap pagi pasangan yang bekerja sebaiknya juga bangun lebih awal dan membantu pekerjaan di ruamah.
Tindakan-tindakan tersebut harus dilakukan bersama dengan pasangan. Masing-masing harus saling terbuka dan percaya dalam memberikan dan menerima pendapat dari pasangan. Bila hal itu sudah bisa dilakukan, maka tak ada lagi kekhawatiran mengenai siapa yang lebih diuntungkan antara yang tinggal di rumah atau yang kerja. Keduanya sama-sama diuntungkan, karena semuanya untuk kepentingan bersama dan bila ada masalah akan diselesaikan bersama juga.