Ciptakan keteraturan bagi kedua anak.
Semenjak memiliki anak kedua, Sari memutuskan berhenti bekerja. Ia memilih mencurahkan perhatiannya kepada anak-anaknya. Tapi di luar dugaan, ternyata ia mendapatkan banyak tantangan. Ia yang biasa bekerja dan tak banyak mengurus anak akhirnya kerepotan sendiri. Ia pun sering meminta suaminya, Andre untuk berangkat agak siang agar membantunya terlebih dahulu. Untung suaminya yang bekerja di biro iklan memiliki jam kerja yang longgar.
Memiliki dua anak, apalagi umurnya berdekatan memang merepotkan. Mengurus dua anak, berarti orangtua harus menyiapkan dua tenaga sekaligus. Kekompakan orangtua memang menjadi kunci penting dalam mengurus dua anak ini. Sari dan Andre adalah contoh dari kekompakan tersebut. Ayah dan bunda memang harus bekerja sama dan saling mengisi. Tidak bisa mengandalkan satu pihak saja.
Seandainya salah satu orangtua tinggal di rumah, tidak bisa semua tanggung jawab dilimpahkan kepadanya. Pasangan yang bekerja juga harus ikut menjaga dan membantu, meskipun waktunya tidak sebanyak orangtua yang tinggal di rumah. Misalnya saja sebelum dan sepulang kerja bisa ikut memandikan atau mencuci baju si kecil. Bisa juga menggendongnya. Selain bisa memberi waktu untuk pihak yang tinggal di rumah, si anak bisa tetap dekat dengan orangtua yang bekerja, tidak hanya dengan yang di rumah saja.
###
Selain kekompakan dan kerjasama dari orangtua, ada beberapa tips lagi yang bisa dilakukan, terutama bagi orangtua yang tinggal di rumah. Agar kondisi tidak kacau, usahakan untuk membuat keteraturan. Hal tersebut bisa menghindarkan orangtua dari stres. Misalnya saja kedua anak harus punya jadwal makan dan tidur bersamaan. Jadi orangtua yang tinggal di rumah juga memiliki waktu untuk istirahat. Demikian resep dari psikolog asal Jerman Hildegaard Belardi.
Jadwal makan dan tidur yang bersamaan akan meringankan beban orangtua. Anda bisa menyuapi dua anak sekaligus. Selain itu waktu kedua anak tidur, orangtua yang tinggal di rumah juga bisa ikut tidur atau setidaknya beristirahat. Pola istirahat teratur tidak hanya diperlukan oleh si kecil. Orangtua yang mengasuhnya pun harus cukup waktu untuk beristirahat.
Selain masalah keteraturan jadwal, Anda juga bisa menerapkan prioritas dalam keseharian. Bila Anda tidak bisa melakukan kegiatan yang sama secara bersamaan, Anda harus menentukan pilihan. Misalnya siapa dulu yang harus dimandikan. Atau bila kedua anak menangis, harus ada salah satu yang coba didiamkan terlebih dahulu. Jangan dua-duanya, justru penyelesaiannya akan lebih lama.
###
Ketiga, urus anak terlebih dahulu. Jangan yang lain. Biar pun kondisi rumah berantakan, Anda tak perlu senewen. Urusi semua keperluan anak terlebih dahulu. Setelah semuanya selesai, baru Anda beres-beres. Bila Anda masih saja keteteran dengan strategi-strategi tersebut, jangan malu untuk minta tolong kepada orangtua, mertua, kakak, adik, pembantu atau siapa saja yang bisa menolong dan meringankan beban Anda.
Hal terakhir yang perlu Anda lakukan adalah refreshing. Orangtua yang tinggal di rumah dan mengurus dua anak pasti memiliki tingkat stres tinggi. Rutinlah untuk refreshing setiap minggu dengan nongkrong di kafe atau window shoping. Upaya-upaya ini bisa menghindarkan Anda dari depresi dan tetap bisa mengurus anak dengan fokus.