Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Happy Family > Working or Stay at Home > Stay at-Home Parents > Bekerja Sambil Momong | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Bekerja Sambil Momong

Bekerja di rumah ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Orangtua yang bekerja di rumah memang memiliki poin plus tersendiri bagi keluarga. Ayah atau bunda yang bekerja di rumah pasti memiliki waktu yang lebih banyak dibanding orangtua yang bekerja di kantor. Bahkan mereka bisa memiliki waktu seharian untuk mengasuk anak.

Apa pun jenis pekerjaan ayah bundanya di rumah, pasti tetap bisa meluangkan waktu bagi si kecil. Berapapun usia si kecil dan pola aktivitasnya yang berbeda-beda, tetap ada jalan keluar agar dua kepentingan tersebut bisa berjalan. Uang tetap lancar mengalir, perhatian pada si kecil pun tetap bisa diberikan secara maksimal.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat jadwal bekerja dan mengasuh. Usahakan mengerjakan tugas-tugas ketika si kecil sedang istirahat. Anak kecil biasanya memiliki jam istirahat yang cukup banyak, sehingga ayah atau bundanya bisa memiliki waktu bekerja yang banyak juga. Selain itu istirahat si kecil biasanya juga sudah terpola, misalnya setiap jam satu sampai jam tiga siang tidur.


###


Pola istirahat anak memang cenderung sama setiap harinya. Hal inilah yang akan memudahkan orangtua untuk memilih waktu kerjanya. Misalnya pagi hari dan sore hari ketika si kecil tidur. Kemudian malam hari kembali bekerja jika si kecil sudah tidur lagi. Pola kerja ini biasanya dijadikan jadwal rutin harian.

Jika kedua orangtua bekerja di rumah, pekerjaan mengasuh anak akan lebih mudah lagi. Misalnya pagi adalah jatah ayah untuk mengasuh sedangkan siangnya adalah bagian bunda. Sementara malam menjelang tidur adalah jadwal berdua untuk mencurahkan perhatian kepada si kecil. Tentu si kecil akan sangat menikmati kondisi ini jika bisa dilakukan dengan baik.

Tapi orangtua yang bekerja di rumah juga harus memberikan pengertian kepada si kecil bahwa ketika ayah atau bundanya sedang bekerja tidak boleh mengganggu. Misalnya ketika jadwal ayah sedang mengasuh dan bunda sedang bekerja, katakan pada si kecil ia bermain dengan ayah saja. Katakan pada si kecil bunda sedang bekerja, mencari uang buat beli susu si kecil.


###


Penanaman kesadaran pada si kecil tersebut sangat penting. Meski ia masih kecil, ia akan memahami hal tersebut dan tidak akan mengganggu pekerjaan orangtua jika memang itu bukan jadwalnya. Tapi ayah bundanya tetap saja bisa meluangkan waktu beberapa menit untuk berinteraksi dengan si kecil di sela-sela pekerjaannya. Toh, ia masih punya waktu panjang di rumah.

Tapi ada satu hal yang perlu dicatat oleh orangtua. Jika pekerjaan yang dijalani di rumah sudah berjalan baik, kadang hal tersebut jadi ‘ancaman’ bagi si kecil. Ketika usaha atau pekerjaannya dalam performa yang baik, kita biasanya menerapkan aji mumpung. Ah, mumpung bisnis lagi lancar, waktu buat si kecil dikurangi dikit ah. Pikiran ini bisa berimbas kurang baik bagi si kecil, karena perhatian dari orangtua bisa berkurang.

Perlu diingat bahwa pertimbangan utama Anda bekerja di rumah mungkin adalah anak. Agar Anda bisa memiliki waktu lebih banyak dengan si anak. Prioritaskan perhatian kepada anak tidak berkurang, seberapa menumpuk pun pekerjaan Anda di rumah. Orangtua harus memegang komitmen ini jika bekerja di rumah. Sebab, godaan pekerjaan kadang memang membuat orangtua melalaikan keberadaan si anak.

Ingat selalu pepatah sekali dayung, dua tidak pulau terlampaui. Jadi ketika ‘mendayung sampan’ di rumah jangan sampai Anda hanya mendapatkan satu tujuan saja. Pastikan Anda tetap mendapatkan keuntungan ganda, uang didapat kasih sayang pada si kecil tetap kuat.

Related Article

Indeks Back to Top