Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Happy Family > Sex and Contraception > Contraception > Mengerti Tubektomi | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Mengerti Tubektomi

Perempuan pun memiliki pilihan kontrasepsi permanen seperti vasektomi pada laki-laki.

Ada dua jenis kontrasepsi mantap yaitu vasektomi dan tubektomi. Kontrasepsi ini disebut mantap, karena biasanya pasangan yang memilih kontrasepsi ini sudah mantap memutuskan tidak akan lagi memiliki anak. Kontrasepsi permanen untuk laki-laki disebut dengan vasektomi, sementara untuk perempuan, kontrasepsi ini disebut dengan tubektomi.

Sama halnya dengan vasektomi, kontrasepsi tubektomi harus melalui pemikiran panjang, matang, dan diputuskan bersama dengan sang suami. Keputusan tidak bisa diambil oleh istri saja, karena suami akan ikut merasakan imbasnya. Kontrasepsi permanen bagi perempuan ini metodenya serupa dengan vasektomi, yaitu dengan mengikat atau memotong saluran telur—untuk laki-laki memotong saluran sperma.

Meski sel telur ditutup, Anda yang akan memilih metode ini tak perlu khawatir akan ke mana sel telur yang dihasilkan. Sel telur tersebut akan diserap oleh tubuh dan tidak akan mengakibatkan efek apa-apa. Operasi tubektomi pun tergolong operasi kecil. Meski begitu, tetap saja Anda membutuhkan kehadiran seorang dokter yang kompeten.



###

Sebenarnya saat ini sudah ditemukan metode tubektomi tanpa operasi. Metode tubektomi tanpa operasi ini adalah menggunakan kawat kecil yang diimplan ke dalam saluran telur. Dokter akan memasukkan alat tersebut melalui vagina ke dalam uterus hingga saluran telur. Alat tersebut akan menyebabkan goresan pada jaringan sehingga tertanam. Akibatnya saluran telur akan tertutup dan pertemuan dengan sperma bisa dihindari. Metode baru tubektomi ini pertama dilakukan di Inggris. Sayang tidak semua rumah sakit di Indonesia bisa melakukan metode ini.

Seperti halnya vasektomi, tubektomi juga tidak mempengaruhi gairah seks. Jangan khawatir gairah seks Anda akan turun setelah melakukan tubektomi. Operasi tubektomi bisa dilakukan kapan saja, asalkan tidak sedang hamil. Masa-masa ketika nifas adalah waktu terbaik, karena pada waktu ini saluran sel telur (tuba fallopian) masih jelas terlihat.

Sama dengan vasektomi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah operasi. Pertama, pengguna metode ini harus istirahat cukup selama tujuh hari dan dianjurkan tidak bekerja berat. Kedua, bekas luka tetap harus bersih dan kering. Luka tidak boleh terkena air selama tujuh hari. Ketiga, minum obat yang diberikan dokter. Keempat, baru bisa melakukan senggama setelah satu minggu operasi. Terakhir, lakukan pemeriksaan ulang ke dokter. Biasanya seminggu, sebulan, tiga bulan, dan setahun setelah operasi.



###

Namun bila terjadi gejala-gejala seperti muntah-muntah berulang, nyeri perut, sesak nafas, demam tinggi dan terlambat haid yang disertai tanda-tanda kehamilan seperti mual dan muntah, Anda harus segera datang memeriksakan diri ke dokter. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengecek apakah terjadi kelainan atau kegagalan  pascaoperasi.

Meski terbukti efektif untuk mencegah kehamilan, tapi ada beberapa orang yang tidak dianjurkan memilih operasi ini. Pertama adalah pasangan yang belum memiliki anak. Meski masih mungkin untuk dikembalikan menjadi pasangan subur, tapi kontraseptor tubektomi memiliki kemungkinan kecil punya anak lagi seperti halnya vasektomi. Kedua adalah beberapa penderita penyakit jantung, paru-paru atau hernia. Ketiga adalah orang yang pernah dioperasi di bagian perut.

Bila Anda tidak memiliki keluhan di atas dan sudah merasa jumlah anak yang dimiliki sudah cukup serta tak ingin bertambah lagi, tubektomi bisa dijadikan pilihan jitu.

Related Article

Indeks Back to Top