Banyak ayah pemula ingin merawat buah hatinya namun tidak berani karena tak berpenglaman menangani si kecil.
Perasaan tidak berguna sebagai ayah karena tidak mampu merawat anak kerap menggerogoti hati ayah baru. Mereka ingin membantu istri menangani buah hati.
Namun, khawatir bantuannya justru akan menyakiti tubuh sang anak yang begitu mungil. Ini wajar. Sebagai pionir, Anda mungkin tak punya pengalaman secuil pun untuk merawat anak.
Bahkan mungkin Anda juga tidak mewarisi keahlian alami ini karena ayah Anda tidak pernah melakukan perawatan si kecil. Karena itu perasaan ragu dan khawatir itu normal bagi pemula.
Keinginan untuk mencoba yang datang dari rasa cinta dan sayang pada buah hati menjadi syarat utama Anda untuk melewati fase-fase ini.
Tak usah cemas pergelangan tangan bayi akan patah karena Anda tidak pengalaman. Anak akan banyak bertoleransi dengan cara perawatan Anda. Si kecil juga akan menjadi mitra yang baik selama Anda belajar.
Putra atau putri Anda tidak menilai apalagi mengukur kepiawaian Anda mengurus dirinya. Dia akan menerima Anda, meski Anda tidak berpengalaman dan kaku menanganinya.
###
Penelitian membuktikan para ayah menunjukkan respons psikologis yang sama dengan para ibu terhadap tangisan buah hati.
Ayah bisa sangat peka terhadap tanda-tanda yang diberikan anak, namun sering tidak punya kesempatan mengasah kepekaan dan memberikan respons yang sesuai karena jarang menemani anak.
Setelah melewati proses ini, beberapa ayah malah menunjukkan bakat alami yang lebih besar dalam merawat anak dari istrinya. Si kecil juga tahu di ulang tahun pertama, seorang anak lebih sulit dipisahkan dari ayahnya dibandingkan ibunya.
Dan, 25 persen di antaranya akan lari ke ayahnya jika mereka boleh memilih. Jadi jika Anda tidak berpengalaman, belajarlah pada istri dan Anda akan segera menjadi profesional.