30 July 2009

Waspada Flu Babi

Mungkin sudah banyak orang di Indonesia yang sudah mendengar atau membaca bahwa flu babi (swine influenza) sudah dinyatakan sebagai pandemic oleh WHO. Hal ini berarti bahwa virus penyebab penyakit ini sudah tersebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tentunya, pada musim flu seperti sekarang ini, orangtua pasti khawatir mengenai hal tersebut. Apakah flu yang mengenai sang anak atau orangtuanya sendiri merupakan flu yang biasa didapati atau merupakan jenis flu babi?

Nah, melalui catatan blog ini, saya akan berbagi tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan flu babi itu? Flu babi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Marilah kita sebentar berkenalan dengan penyebab penyakit yang bernama ‘virus’. Bakteri adalah penyebab penyakit yang termasuk dalam keluarga tumbuhan. Parasit (seperti misalnya plasmodium penyebab penyakit malaria, toksoplasma) merupakan hewan bersel satu yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Virus bukanlah hewan atau tumbuhan. Virus adalah materi genetic (DNA atau RNA) yang dapat menginfeksi sel tubuh manusia, menggunakan sel tersebut untuk memperbanyak diri, merusak, atau membunuh sel tersebut.

Ada 3 tipe virus influenza, yaitu tipe A, B dan C. Tipe A dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan seperti burung, babi, kuda, ikan paus dan lumba-lumba; tipe B dan C hanya dapat menginfeksi manusia. Ketika virus memperbanyak diri di dalam sel yang terinfeksi, virus tersebut dapat mengalami perubahan pada susunan DNA atau RNA-nya, yang disebut sebagai ‘mengalami mutasi’, atau bertukar materi genetik dengan sel yang terinfeksi tersebut. Hal ini dapat menyebabkan virus mengalami perubahan sehingga virus tersebut misalnya dapat menyerang spesies yang berlainan seperti babi dan manusia.

Flu babi dapat membahayakan karena dapat ditularkan dari manusia ke manusia dan manusia belum memiliki antibodi untuk melawan virus baru ini karena masa edarnya yang masih singkat pada saat ini (Bandingkan dengan virus flu yang biasa menyerang manusia yang sudah berabad-abad lamanya dihadapi manusia).

Virus influenza menular dari orang yang satu ke orang yang lain melalui droplet (titik-titik kecil cairan) yang tersebar melalui udara bila penderita influenza batuk atau bersin. Droplet tersebut akan melayang di udara, masuk ke mulut/hidung orang yang berada di dekat penderita. Penyebaran juga dapat terjadi bila seseorang menyentuh droplet yang terdapat di permukaan benda/tubuh orang lain kemudian menyentuh hidung/mulutnya sendiri (atau hidung/mulut orang lain) sebelum mencuci tangan.

Gejala flu babi pada manusia sama dengan gejala flu pada umumnya yaitu: demam, batuk, pilek, nyeri otot dan sendi, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, menggigil dan kadang juga disertai diare dan muntah. Gejala-gejala ini tidak spesifik dan bisa terdapat pada penyakit lain selain flu babi.

Apabila gejala yang diderita ringan saja maka tidak diperlukan penanganan medis. Penderita cukup beristirahat, banyak minum, dan mempraktikkan hygiene yang baik agar penyebaran penyakit ke lingkungan tidak terjadi.

Tetapi, kita perlu segera membawa anak ke dokter apabila tampak adanya tanda-tanda perburukan misalnya sesak napas, napas cepat, kulit berwarna kebiruan, tidak bisa minum, demam tinggi dan berkepanjangan, atau ada gangguan kesadaran seperti tidak memberikan respon terhadap sekelilingnya, sulit dibangunkan, sangat rewel dan tidak bisa dihibur, atau kejang. Tanda lain yang mencurigakan adalah apabila anak yang sudah menunjukkan perbaikan gejala kemudian mengalami demam kembali dan batuknya menjadi semakin parah.

Namun, bila anak yang menderita gejala flu belum parah dan masih dapat dirawat di rumah, berikan saja cairan yang cukup dan banyak beristirahat.

Sampai saat ini, belum ada vaksin yang tersedia untuk pencegahan flu babi. Untuk menghindari penyebaran penyakit maka penderita dengan gejala influenza sebaiknya tidak keluar rumah sampai benar-benar sehat. Mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan sebelum makan atau setelah batuk atau bersin. Tutupi mulut dengan tissue apabila batuk atau bersin, dan segera buang tissue ke tempat sampah.

Untuk memastikan apakah seseorang benar menderita flu babi dapat dilakukan pemeriksaan terhadap apusan tenggorokan atau hidung dan secret dari hidung atau tenggorokan penderita di laboratorium yang sudah ditentukan oleh pemerintah.
Terapi flu babi dilakukan dengan obat oseltamivir atau zanamivir. Kedua obat ini bermanfaat apabila diberikan dalam waktu 48 jam setelah gejala dirasakan. Karena keterbatasan persediaan maka obat tersebut hanya diberikan kepada penderita yang sudah dipastikan menderita flu babi.

Semoga pengetahuan ini bermanfaat bagi kita semua. Dan pastinya, kita bisa mencegah terserang virus dengan tetap menjaga kebersihan dan selalu mencuci tangan sebelum makan.
Posted by Syarifah Hanum in 07:47:25
0 comment(s)
 

Post Comment

You have to be member to post a comment. Register Now!