16 June 2010
Serba Serbi Sariawan
Sariawan adalah salah satu masalah yang sering mengganggu anak balita. Bahasa kedokteran dari sariawan adalah stomatitis, yang artinya adalah peradangan pada selaput lendir mulut (selaput yang melapisi permukaan mulut, langit-langit, lidah dan gusi). Keluhan sariawan dapat ditimbulkan oleh berbagai macam penyebab. Pada anak penyebabnya dapat berupa trauma (luka tergigit, terkena permukaan tajam misalnya dari sikat gigi dan lain-lain), infeksi jamur atau infeksi virus.
Sariawan pada umumnya sembuh setelah 3-5 hari, kadang hingga 7 hari. Sariawan yang disebabkan oleh infeksi virus dapat menular kepada anak lain. Virus penyebabnya antara lain virus herpes dan keluarga enterovirus. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh enterovirus dan juga ditandai dengan sariawan adalah penyakit tangan, kaki, dan mulut atau sering disebut sebagai flu singapur. Sariawan karena enterovirus kadang disertai gejala lain seperti demam, mual dan muntah, tetapi umumnya akan sembuh dengan sendirinya.
Sariawan yang disebabkan oleh jamur yang bernama candida albicans sering dialami oleh bayi atau batita. Selaput lendir mulut menjadi kemerahan, agak bengkak dan dilapisi bercak-bercak putih yang tidak hilang bila dihapus. Umumnya anak/bayi menjadi agak rewel dan malas menelan sehingga berliur terus menerus. Apabila mengganggu, sariawan jenis ini dapat diobati dengan obat antijamur yang diresepkan oleh dokter dan umumnya dapat sembuh dengan segera.
Untuk mencegah sariawan, ajarkan anak untuk menjaga kebersihan mulut, sikat gigi teratur, pilih sikat gigi yang berbulu lembut, makan cukup sayuran dan buah, dan minum dalam jumlah yang cukup. Infeksi virus dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Biasakan anak untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
Apabila anak menderita sariawan, coba berikan cukup cairan dan jaga agar anak tetap nyaman. Jangan berikan minuman yang asam atau terlalu manis atau terlalu panas. Berikan anak makanan yang lembut agar mudah ditelan. Coba minum menggunakan sedotan agar minuman dapat langsung ditelan sehingga tidak terlalu menyakitkan. Dokter kadang memberikan obat oles atau obat yang diminum untuk meredakan sakit, gunakan sesuai dengan petunjuk. Apabila anak tidak dehidrasi umumnya tidak perlu sampai dirawat di rumah sakit, jadi usahakan agar anak minum sedikit demi sedikit tetapi lebih sering.
Apabila anak menunjukkan tanda dehidrasi (kurang cairan) antara lain bibir menjadi kering, ubun-ubun (pada bayi) menjadi cekung, tidak ada air mata bila menangis, buang air kecil menjadi jarang dan berwarna kuning tua, maka anak sebaiknya dibawa ke rumah sakit. Demikian juga apabila anak tampak lemas atau tidur terus dan sulit dibangunkan, atau sariawan tidak membaik setelah tiga hari.
Mudah-mudahan pengetahuan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan buah hati kita semua ya...
Posted by
Syarifah Hanum
in 05:20:03