30 July 2009

Orangtua Terbaik

Saya baru membaca sebuah cerita yang bagus sekali tentang bagaimana sebuah keluarga yang bisa berfungsi dengan sangat baik...

Begini ceritanya:

Shelley Peterman Schwart adalah seorang ibu dari dua orang anak, yakni Andrew dan Jamie. Ketika usia anak-anaknya masuk tiga dan lima tahun, Shelley didiagnosa terkena multiple sclerosis yang menyebabkan ia lumpuh. Kemudian, dua tahun berikutnya ia terpaksa berhenti bekerja karena kondisi yang memburuk.

Hingga anaknya berusia tujuh dan sembilan tahun, kondisi tersebut membuat Shelley menjadi lebih sulit untuk menyiapkan makanan bagi keluarganya sendirian. Karena itu, suaminya pun mulai mengambil tanggung jawab tersebut. Mereka juga mulai melibatkan anak-anak untuk membantu kedua orangtuanya.

Walaupun menderita kelumpuhan, Shelley tetap berupaya untuk bisa berpartisipasi dalam kelas-kelas parenting dan kegiatan-kegiatan di sekolah anak-anaknya. Tetapi, kondisi tubuhnya berkata lain. Sebab, untuk dapat mengasuh anak-anak dalam kondisi menderita multiple sclerosis tentu tidak mudah, bahkan menyebabkan frustrasi tersendiri baginya.

Dalam kisah yang dibeberkannya, ia mengatakan, "Menghadiri acara di sekolah anak-anak, pertemuan dengan guru, dan menghadiri pertandingan olahraga anak-anak sering sekali mendatangkan masalah. Sebab, di sekolah belum ada fasilitas untuk dapat dilewati kursi roda dengan mudah. Tapi aku merasa bersalah ketika aku tidak mencoba untuk datang. aku tidak ingin anak-anakku berpikir bahwa aku tidak peduli pada mereka...."

Ia melanjutkan kisahnya, “Ketika Jamie berusia 19 dan Andrew 17, aku mulai sedikit rileks. Aku bisa melihat bagaimana mereka tumbuh menjadi anak-anak yang mandiri. Kecacatanku ternyata tidak merusak hidup mereka. Bahkan, nyatanya kecacatanku ini membuat mereka tumbuh lebih baik. Mereka belajar untuk mempercayai diri mereka sendiri dan menghadapi permasalahan mereka sendiri.”

“Dan untukku, sekarang aku paham bahwa menjadi cacat bukanlah sesuatu hal terburuk yang
bisa terjadi pada orangtua. Yang bisa menjadi terburuk adalah jika kecacatanku telah  melumpuhkan kemampuanku untuk selalu hadir dalam kehidupan anak-anakku. Menjadi orangtua bukanlah hanya menyiapkan makanan, memberikan uang atau fasilitas lainnya pada anak. Tetapi, yang terpenting adalah kasih sayang, peduli, mendengarkan keluhan-keluhan anak,
dan menjadi pendukung mereka ketika menghadapi masalah.”

Semoga…  kisah dari “The Story of a Mother with Multiple Sclerosis--dalam Child Development, J.W Santrock" ini mampu menginspirasi para orangtua untuk bisa selalu memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya…
Posted by Dita Mediasari S.psi in 07:44:18
2 comment(s)
  • Nurchayati
    Nurchayati

    10 May 2010

    Salut buat si Ibu ..:)

  • echy
    echy

    13 May 2010

    kisah yg menakjubkan.. moga sayapun bs menjadi ibu yg trbaik bagi anak saya seperti kisah diatas..

Post Comment

You have to be member to post a comment. Register Now!