24 August 2009

Meningkatkan SELF CONTROL Pada Anak

Anda pernah mengalami masalah dengan anak, seperti suka membantah atau bahkan kadang marah-marah tanpa alasan jelas? Kalau iya, semoga apa yang saya bahas dalam catatan ringan kali ini bisa bermanfaat.
 
Nah, apa yang dialami itu sebenarnya terjadi karena memang beberapa anak memiliki masalah dengan self control. Nah, bentuk-bentuk perilaku anak jika hal ini terjadi biasanya adalah: membantah permintaan orangtuanya, melanggar berbagai macam aturan yang biasanya diterima anak lain, dan memiliki masalah dalam menangani rasa marahnya sendiri.
 
Bagaimana jika hal tersebut terjadi? Saya ada beberapa kiat yang mungkin bermanfaat untuk mengatasinya ini:
 
Yang pertama, yaitu dengan child self control success plan 1: yakni mengajarkan anak untuk dapat mematuhi perintah orangtua. Cara yang bisa dilakukan di sini antara lain:

Step 1
Orangtua harus memberi perintah yang jelas. Mengapa ini penting? Sebab, kadang-kadang yang menjadi penyebab anak tidak patuh sebenarnya adalah perintahnya yang kurang jelas. Contoh perintah yang kurang jelas seperti: “Jangan cengeng!!” Atau, bisa juga terjadi orangtua yang memberikan perintah terlalu banyak dalam satu waktu. Contohnya: “Beresin mainannya, mandi, ganti baju, terus makan!” dll. SEHARUSNYA: Berikan perintah yang spesifik, satu perintah dalam maksimal 10 kata, seperti: “Matikan TV-nya sekarang!”
 
Step 2
Gunakan peringatan yang efektif, yakni dengan menggunakan pola kalimat: Jika…. maka…. Contoh: “Jika kamu tidak mematikan TV-nya sekarang, maka minggu ini kita tidak ke kebun binatang!”
 
Step 3
Mengambil hak spesial yang dimiliki anak, jika ia tidak menurut. Contoh, yakni dengan mengambil hak anak untuk menonton TV kalau belum selesai mengerjakan PR. Atau, bisa juga dengan melarang anak untuk menonton TV selama 24 jam sampai anak mematuhi perintah yang diberikan.
 
Step 4
Calm down and stay cool. Mengatasi anak dengan self control yang kurang memang sulit, tapi sangat penting bagi orangtua untuk tetap tenang dan sabar untuk menghindari “power struggle”. Ini agar nantinya tidak terjadi ribut teriak-teriak tidak jelas dari anak dan orangtua.
 
Step 5
Terus lakukan langkah di atas dengan konsisten dan persistence (teguh)
 
Nah, itu success plan yang pertama yaa.. Untuk sambungannya, harap bersabar. Minggu depan, akan saya tuliskan tentang success plan 2 ya.
Posted by Dita Mediasari S.psi in 06:45:51
1 comment(s)
  • echy
    echy

    13 May 2010

    ditunggu success plan 2 nya yah..jd penasaran untk bekal nanti

Post Comment

You have to be member to post a comment. Register Now!