Pada musim batuk pilek dan demam seperti akhir-akhir ini, semakin banyak orangtua yang menanyakan pada saat konsultasi mengenai vitamin atau suplemen yang paling baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak. Seorang ibu bahkan mengeluh mengapa bayi yang menurutnya, “Hanya mendapat produk makanan organik”, juga terkena flu seperti anak-anak lainnya?
Nah, untuk menjawab seputar hal tersebut, saya ingin memberikan catatan mengenai kekebalan atau imunitas. Yang dimaksud dengan kekebalan atau imunitas adalah perlindungan tubuh terhadap penyakit dan infeksi.
Klasifikasi seputar kekebalan pun ada beberapa. Pertama, yaitu kekebalan non spesifik yang dapat menghadapi berbagi jenis kuman. Kemudian yang kedua adalah kekebalan adaptif yang secara khusus mengenali bakteri/virus/parasit tertentu dan dapat melawannya dengan lebih efektif daripada kekebalan non spesifik.
Kekebalan adaptif didapatkan setelah tubuh ‘berkenalan’ dengan penyebab penyakit. Perkenalan dapat dilakukan secara alami. Misalnya, tubuh menjadi kebal terhadap cacar air setelah sakit cacar air. Perkenalan dapat juga dilakukandengan artifisial. Misalnya, tubuh menjadi kebal terhadap cacar air setelah vaksinasi dengan virus cacar air yang telah dilemahkan sehingga tidak menyebabkan penyakit.
Lantas, seberapa baik kerja kekebalan? Hal tersebut antara lain bergantung pada umur (bayi dan orang yang sudah tua kekebalannya tidak baik), keturunan/genetick, status gizi, keadaan kesehatan (menderita penyakit kronis, kelainan genetik, atau mendapat terapi yang melemahkan kekebalan).
Biasanya, bayi belum banyak bertemu dengan orang sakit atau bepergian ke tempat umum di mana sering terdapat kuman penyebab penyakit. Sehingga, rata-rata, bayi masih jarang sakit. Baru kemudian setelah masa anak-anak dan mulai bergaul dengan teman sebaya, anak akan lebih sering sakit karena semakin banyak berkenalan dengan kuman penyebab penyakit, sementara sistem kekebalan adaptifnya belum pernah bertemu dengan kuman tersebut sebelumnya. Seiring dengan semakin bertambah umur dan semakin banyak kuman yang sudah dikenali oleh sistem kekebalan, maka respon terhadap kuman yang berasal dari lingkungan akan semakin baik dan anak akan semakin jarang sakit.
Nah, apakah kalau kita mengkonsumsi suplemen atau vitamin tertentu, kita dapat terhindar dari penyakit tertentu? Melihat kembali cara kerja sistem kekebalan tubuh, tentu saja jawabannya tidak sesederhana itu. Secara genetik kita bisa saja mewarisi dari orangtua kita kecenderungan untuk lebih mudah membentuk kekebalan terhadap penyakit-penyakit tertentu. Tetapi, tentu saja kekebalan terhadap penyakit tersebut baru akan muncul setelah kita bertemu dengan kuman penyebabnya terlebih dahulu.
Dalam hal ini, makanan yang sehat dan bergizi membuat tubuh kita mempunyai respon lebih baik terhadap kuman yang masuk, tetapi tentu saja itu tidak berarti kita sama sekali tidak akan sakit apabila bertemu dengan kuman yang belum pernah kita kenali sebelumnya.
Semoga pengetahuan ini bermanfaat ya…