21 December 2009
Demam, Gejala dan Penanganannya
Semua orangtua pasti cemas bila anaknya demam. Masalahnya, orangtua begitu cemasnya—terutama orangtua yang untuk pertamakalinya memiliki bayi—sehingga mengira bayinya demam, padahal sebenarnya suhunya normal saja. Nah, lantas sebenarnya, bagaimana kita bisa mendeteksi dan melakukan pencegahan serta pengobatan pada anak demam? Berikut beberapa informasi yang bisa saya sertakan sebagai catatan.
Mengapa anak saya bisa demam?
Suhu tubuh kita diatur oleh suatu bagian otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus berperan mirip thermostat yang menentukan berapa suhu tubuh kita, dan hipotalamus biasanya memberikan respon terhadap rangsang dari luar atau dari dalam tubuh.
Contohnya adalah apabila suhu di sekeliling kita terlalu rendah, maka kita akan kehilangan banyak panas dari tubuh kita sehingga suhu permukaan tubuh menjadi turun. Karena manusia adalah makhluk berdarah panas, maka kerja alat-alat tubuh kita hanya optimal pada suhu yang berkisar normal saja, sehingga hipotalamus berusaha menaikkan suhu tubuh agar tidak terlalu rendah. Apabila hipotalamus menaikkan suhu tubuh, maka tubuh kita akan menggigil untuk menghasilkan panas dan pembuluh darah di perifer tubuh akan menciut untuk menahan agar panas tidak keluar dari tubuh.
Itulah sebabnya kenapa sebelum demam tinggi anak biasanya menggigil dan tangan serta kakinya bila diraba terasa dingin. Hipotalamus juga menaikkan suhu tubuh apabila tubuh kita terserang infeksi. Hal ini disebabkan karena bakteria, virus, atau parasit yang menyerang tubuh umumnya akan lebih lambat perkembangannya apabila suhu tubuh lebih tinggi daripada normal, dan kekebalan tubuh bekerja lebih baik pada suhu yang lebih tinggi daripada normal. Penyebab demam bukan saja infeksi. Efek samping obat-obatan tertentu, suhu lingkungan yang terlalu tinggi, penyakit-penyakit autoimun, juga bisa menjadi penyebab demam.
Pada suhu berapa anak dikatakan demam?
Idealnya semua rumah tangga memiliki thermometer. Sebaiknya adalah thermometer digital karena thermometer kaca yang berisi air raksa mudah pecah dan air raksa adalah logam berat yang beracun sehingga dapat mencemari lingkungan. Setiap kali ibu merasakan bahwa anak lebih panas dari biasanya maka periksalah dengan thermometer. Suhu tubuh dapat diperiksa pada rectum (thermometer dimasukkan melalui anus), dalam mulut, atau pada lipat ketiak. Batas suhu tubuh yang dikatakan demam adalah lebih dari 380C apabila diukur pada rectum, lebih dari 37,80C apabila diukur dalam mulut, lebih dari 37,50C apabila diukur pada ketiak.
Apa yang dilakukan apabila anak demam?
Demam pada anak memang sering mengkhawatirkan, tetapi jarang membahayakan, kecuali pada bayi atau anak yang masih kecil. Penurun panas diberikan hanya untuk mengurangi gejala sehingga anak merasa lebih nyaman dan tidak terlalu rewel. Apabila demam disebabkan oleh infeksi, maka setelah efek penurun panas habis, anak akan demam lagi sampai penyebab infeksi berhasil dikalahkan oleh tubuh (sebagian besar infeksi virus) atau dikalahkan oleh antibiotika (sebagian besar infeksi bakteri). Berikan penurun panas apabila suhu tubuh lebih tinggi dari 380C.
Penurun panas yang tersedia bebas umumnya mengandung parasetamol atau ibuprofen. Apapun nama patennya, bacalah label untuk mengetahui kandungannya. Ada juga penurun panas yang mengandung asam asetil salisilat atau aspirin. Penurun panas yang mengandung ibuprofen atau aspirin tidak direkomendasikan untuk penderita infeksi virus dengue sehingga apabila ada kecurigaan ke arah infeksi dengue sebaiknya tidak diberikan. Hal ini dikarenakan kedua jenis obat tersebut dapat mengganggu fungsi trombosit dan dapat menyebabkan iritasi lambung. Penurun panas yang mengandung aspirin sebaiknya tidak diberikan pada anak yang demam karena cacar air atau influenza karena dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan pada hati yang dinamakan sindroma Reye. Penurun panas diberikan sesuai dosis yang tertera di label obat dan maksimal diberikan 5 kali dalam 24 jam.
Salah satu cara untuk menurunkan suhu adalah dengan menyeka tubuh anak dengan spon dan air suam-suam kuku. Tidak boleh mengompres anak dengan es atau alkohol karena dapat menyebabkan menggigil dan suhu tubuh malah naik lebih tinggi.
Kapan anak harus dibawa ke dokter?
Berikut beberapa indikasi yang bisa dijadikan acuan berdasarkan usia masing-masing anak:
• Bayi di bawah usia 1 bulan: bawa ke dokter setiap kali pengukuran suhu rektum lebih dari 38,50C (suhu ketiak lebih dari 38,00C) walaupun bayi tidak kelihatan sakit dan tidak rewel.
• Satu bulan sampai 3 bulan: bawa ke dokter apabila suhu tubuh lebih dari 38,50C atau suhu tubuh lebih dari 380C yang sudah berlangsung lebih dari 24 jam. Atau apabila ditemukan tanda-tanda peringatan yang disebutkan dibawah.
• Tiga bulan sampai 2 tahun: bila anak demam lebih dari 38,50C disertai tanda-tanda peringatan yang disebut di bawah; atau apabila anak demam lebih dari 3 hari; atau apabila suhu tubuh lebih dari 390C walaupun anak tampak tenang-tenang saja.
• Usia lebih dari 2 tahun: bila anak demam lebih dari 38,50C disertai tanda-tanda peringatan yang disebut di bawah; atau apabila anak demam lebih dari 3 hari.
Tanda peringatan yang perlu diperhatikan bila anak Anda demam adalah:
- perubahan tingkah-laku, rewel, lemas, tidak memberikan respon, mengantuk terus
- nyeri kepala berat
- muntah-muntah atau diare
- bintik-bintik merah pada kulit
- nyeri tenggorokan yang tidak membaik
- nyeri telinga yang tidak membaik
- tengkuk kaku
- demam turun naik selama beberapa hari, sudah minum obat dari dokter tapi gejala memburuk
- nyeri perut
- sesak napas, napas berbunyi
- pucat
- kejang
- tidak mau makan
Semoga informasi ini berguna bagi ibu-ibu ya.. dan, jika ada gejala sesuai dengan apa yang saya sebut di atas, segeralah beri pertolongan pertama dan hubungi dokter…
Posted by
Syarifah Hanum
in 04:55:06