Masalah berat badan anak adalah salah satu masalah yang sering menjadi perhatian orangtua. Sebagian besar orangtua yang datang karena masalah berat badan mengeluhkan bahwa anaknya terlalu kurus. Tapi, bagaimana sebenarnya kita mengenali kondisi anak berdasarkan berat badan ini? Nah, saya ada beberapa catatan yang barangkali dapat menjadi pengetahuan bagi ibu-ibu sekalian…
‘Kurus’ belum tentu kurang gizi
Untuk mengatakan bahwa anak memang kurus atau apakah anak termasuk dalam kriteria gizi kurang tidak dapat berdasarkan penglihatan dan persepsi orangtua saja. Memastikan secara obyektif status gizi anak hanya dapat dilakukan oleh dokter dengan menggunakan pembanding yang sudah baku secara internasional. Banyak kejadian, anak yang dianggap kurus oleh orangtuanya, namun ternyata bila dibandingkan dengan standar baku, terlihat bahwa ia masuk dalam kriteria normal. Memang, banyak persepsi orangtua tentang berat badan ideal yang sangat subyektif. Mereka banyak dipengaruhi oleh anggapan umum bahwa anak--terutama balita--yang sehat dan lucu adalah yang gemuk. Ini menyebabkan, orangtua yang memiliki anak dengan berat badan rata-rata sering merasa gagal dalam upayanya membesarkan anak yang sehat. Padahal, sejatinya, seperti yang saya katakan tadi, ada standar internasional yang bisa dijadikan rujukan bahwa berat normal atau di bawah standar. Nah, karena itu, sebelum mengatakan anak kurus atau bahkan kurang gizi, lebih baik lakukan perbandingan yang tepat ya…
Apa saja yang dapat membuat anak kurus
Kali ini, saya akan membahas mengenai bagaimana anak bisa kurus. Perlu ibu ketahui bahwa berat badan anak tergantung kepada asupan kalori dan kalori yang dipakai sehari-hari. Kurang asupan gizi dapat membuat anak kurus. Menderita penyakit kronis juga dapat membuat anak turun atau tidak naik berat badannya. Kelainan genetik dan kelainan produksi hormon juga dapat memengaruhi berat-badan. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang harus diperhatikan tentang hal yang dapat mempengaruhi berat badan. Faktor-faktor tersebut antara lain: apakah orangtuanya juga kurus (terutama pada masa kanak-kanak). Anak yang secara genetik cenderung kurus, umumnya akan sehat, lincah, dan tidak bermasalah dengan kesehatan dan kegiatannya sehari-hari. Selain itu pada usia tertentu kecepatan pertambahan tinggi badan melebihi kecepatan pertambahan berat badan sehingga anak tiba-tiba tampak mengurus dan memanjang. Pada keadaan seperti ini setelah kecepatan pertambahan tinggi badan berkurang maka anak akan kembali tampak ‘berisi’ dan kadang malah tumbuh menjadi anak dengan kelebihan berat badan. Jadi, banyak hal yang perlu diketahui tentang masalah berat badan ini ya…
Apa yang dilakukan dokter kalau ibu mengeluh anaknya kurus?
Apa yang biasa kai—para dokter—lakukan jika mendapati keluhan anak kurus atau kurang gizi oleh orangtua? Biasanya. Yang pertama dilakukan dokter adalah membandingkan berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh anak dengan standar normal untuk memastikan apakah anak berat badannya memang kurang. Dokter juga melihat catatan pertambahan berat badan anak di masa lalu. Anak yang sejak kecil berat badannya memang berada dalam persentil bawah akan berbeda dengan anak yang berat badannya semula ada pada persentil atas standar dan kemudian tiba-tiba turun ke persentil di bawahnya. Artinya, anak yang memang kurus tetapi berat badannya selalu naik (meskipun sang anak tetap kurus bila dibandingkan anak sebayanya) akan lebih baik dibanding anak yang berat badannya turun mendadak atau sama sekali tidak pernah naik dalam jangka waktu tertentu.
Hal kedua yang biasa dilakukan dokter biasanya akan menanyakan tentang kebiasaan makan anak sehingga dapat memperkirakan asupan zat gizi apa yang mungkin kurang diberikan. Apabila ada indikasi tertentu, maka dokter akan meminta pemeriksaan khusus, pemeriksaan laboratorium atau rontgen untuk menentukan apakah ada penyebab medis terutama apabila anak ibu tampaknya asupan makannya sudah baik tetapi berat badan tidak naik atau apabila ada tanda penyakit kronis tertentu misalnya tuberculosis.
Bagaimana menaikkan berat badan anak?
Pertanyaan yang juga sering diajukan orangtua adalah bagaimana menaikkan berat anak? Nah, untuk satu hal ini, biasanya apabila sudah dipastikan bahwa anak tidak menderita penyakit atau kelainan apa pun yang dapat memengaruhi berat badannya, maka cara menaikkan berat badan anak adalah dengan menjaga asupan makanan anak agar tetap mengandung kalori yang cukup untuk pertumbuhannya. Kemudian, beberapa hal berikut juga bisa ibu lakukan:
- berikan makanan yang cukup mengandung lemak yang sehat: misalnya, minyak sayur, kacang-kacangan
- buat menu yang mengandung kalori tinggi tetapi sehat. Banyak tersedia buku panduan menu anak yang sehat yang ditulis oleh ahli gizi yang dapat dipergunakan sebagai acuan
- buatlah waktu makan yang menyenangkan buat anak. Jangan membiasakan memaksa anak untuk makan
- libatkan anak dalam penyusunan menu dan menyiapkan makanan
- jangan berikan minuman manis dan berikan susu hanya 2 kali sehari saja agar tidak mengganggu selera makan
- jangan berikan cemilan gurih atau manis sebelum waktu makan agar tidak mengganggu selera makan anak
- biasakan anak makan sarapan setiap pagi
Nah, semoga catatan kecil ini dapat membantu menambah informasi ibu sekalian agar dapat memberikan yang terbaik bagi si kecil ya… Semoga si kecil tetap sehat dan semangat….