Ibu-ibu yang sedang menyusui sering mendapat informasi dari orangtua atau sesama ibu bahwa sumber gizi yang paling baik untuk membuat air susu ibu (ASI) adalah sayur-sayuran. Tak heran, karena itu banyak ibu menyusui memasukkan makanan sayur bening sebagai makanan sehari-hari. Selain itu, banyak juga ibu menyusui yang kemudian dihadapkan pada pantangan yang membuat makan bukan lagi kegiatan yang menyenangkan. Ada saja pantangan yang sering diberikan, mulai dari tidak boleh makan makanan pedas karena dianggap bayi bisa diare; tidak boleh minum es karena bayi bisa pilek; tidak boleh banyak santan karena bayi bisa diare; dan lain-lain sebagainya.
Tapi sebenarnya, bagaimana seharusnya makanan ibu menyusui? Hal yang paling dianjurkan sebenarnya adalah agar ibu menyusui minum banyak cairan, makan sayuran berdaun hijau, buah-buahan segar, mengkonsumsi cukup protein dan lemak yang berasal dari hewan (susu, keju, telur, ikan, daging) dan tumbuhan (kacang-kacangan) dan karbohidrat dari nasi, roti dan serealia lainnya. Dan yang penting lagi adalah asupan kalori harus cukup dengan tambahan kira-kira 300 sampai 500 kalori di atas asupan kalori sebelum hamil (kira-kira sebanding dengan setangkup roti dengan mentega kacang dan segelas susu).
Selain itu, ibu menyusui harus minum segera bila haus, makan cemilan yang sehat apabila lapar di luar waktu makan. Karena itu, pada bulan-bulan pertama menyusui sebaiknya juga tidak membatasi makanan untuk menurunkan berat badan.
Kemudian, bagaimana halnya dengan mitos tadi. Apakah makan makanan pedas dapat membuat bayi diare? Tidak juga. Memang, bayi yang minum ASI seringkali tinjanya cair dan ampas, kadang sampai 8-10 kali sehari, sedikit-sedikit. Tapi, itu tidak ada hubungannya dengan ibu yang makan makanan pedas atau bersantan. Minum es juga tidak akan membuat bayi pilek. Bayi batuk pilek umumnya karena tertular dari orang batuk pilek di sekitarnya.
Oh ya, ada pertanyaan, apakah makan makanan yang dapat menghasilkan gas (misalnya kol, nangka dll) dapat membuat bayi kembung? Jawabannya tentu saja tidak. Itu sama juga halnya ibu yang makan pepaya tidak akan membuat tinja anaknya menjadi lebih lunak.
Nah, jadi tak ada yang perlu terlalu dibatasi bukan? Namun, pastinya, yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah agar ibu tidak merokok atau minum alkohol selama menyusui. Minuman atau makanan yang mengandung kafein sebaiknya dihindari karena kafein dapat dikeluarkan dari air susu ibu dan bisa menyebabkan anak sulit tidur dan gelisah.
Selama menyusui ibu boleh makan berbagai jenis dan rasa makanan. Ibu yang makan berbagai rasa makanan pada air susunya akan terasa cita rasa makanan yang dikonsumsinya sehingga bayi akan diperkenalkan berbagai rasa melalui air susu ibunya. Bayi yang sudah terbiasa dengan berbagai macam cita rasa umumnya tidak akan sulit diperkenalkan dengan berbagai rasa makanan setelah mulai diberi makanan pendamping ASI.
Kesimpulannya, ibu menyusui harus mengkonsumsi makanan dengan komposisi yang seimbang antara karbohidrat, protein dan lemak, minum cairan yang cukup, menambah asupan kalori. Tidak ada pantangan untuk mengkonsumsi makanan pedas, pahit, asam, bersantan, berbumbu, karena dapat membantu bayi mengenali rasa. Selamat menyusui dengan nyaman tanpa rasa berat karena tidak dapat makan makanan favorit.